Peredaran Psikotropika Untuk Tahun Baru Digagalkan Polres Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ribuan butir pil yang masuk dalam daftar obat keras dan psikotropika, disita Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman dari tangan empat tersangka. Rencananya, ribuan pil itu akan diedarkan menjelang pergantian malam Tahun Baru 2020. 

Kasat Reserse Narkoba Polres Sleman AKP Andhyka Dony Hendrawan menjelaskan, dalam kasus tersebut ada 4 tersangka yang diamankan. Mereka adalah M alias Toper (21) warga Depok Sleman, JM alias Sipit (27) warga Mlati, Sleman, Aas alias Koplo (30)  Depok Sleman dan FN alias Jontor (34) warga Mlati Sleman.

Digagalkannya peredaran pil itu bermula dari kecelakaan lalu lintas yang dialami tersangka M di Lapangan Denggung, belum lama ini. Saat itu M terlihat seperti orang mabuk, sehingga petugas melakukan penggeledahan. Saat tas selempang M digeledah, petugas menemukan 7 butir pil Alprazolam yang masuk dalam daftar obat keras. Selanjutnya penggeledahan dilakukan di rumah M dan ditemukan 500 butir 'Trihexyphenidyl' atau pil sapi. 

"Dari penangkapan tersangka M, berkembang ke tiga tersangka lainnya. Mereka dalam satu jaringan yang sama," ungkap AKP Andhyka saat rilis di Mapolres Sleman, Kamis (26/12/2019).

Tersangka JM diamankan dengan barang bukti 1 kardus kecil isi 3.300 butir Alprazolam, sedangkan tersangka Aas berupa 9 butir Alprazolam dan FN barang bukti yang disita berupa 55 butir pil 'Trihexyphenidyl'. 

"Total barang bukti yang disita 4.314 butir pil, baik yang masuk dalam daftar obat keras ataupun psikotropika," ujarnya.

Diungkapkan, ribuan butir pil itu rencananya akan diedarkan menjelang malam pergantian tahun. Mereka membeli satu strip pil seharga Rp 20.000 kemudian dijual Rp 25.000. Sasaran edar para pelaku adalah anak di bawah umur yang berasal dari ekonomi bawah. Peredaran dilakukan secara face to face atau melalui media sosial (medsos). "Mereka sudah punya segmen pasar sendiri," pungkas Kasat.

Tersangka M mengaku, terpaksa mengedarkan pil karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengelak mengedarkan pil tersebut kepada para pelajar. "Saya menjual hanya pada teman-teman yang sudah dikenal," kilahnya.(Ayu)

BERITA REKOMENDASI