Pesta Miras, Giyanto Akhirnya Tewas

BANTUL (KRjogja.com) – Pesta minuman keras (Miras) oplosan di Bantul kembali merenggut korban jiwa, Minggu (7/8/2016). Dua orang  meregang nyawa yang ditengarai akibat miras oplosan yakni,  Giyanto (52) warga Gesikan III Desa Wijirejo Pandak Bantul dan Seto warga Dagen Ringinharjo Bantul.  

Sementara tiga orang masih menjalani perawatan adalah Endarso warga Juwono Triharjo Pandak, Herman dan Agus keduanya warga Gesikan Desa Wijirejo Pandak Bantul. Hingga kini pihak kepolisian terus mengusut dalang dibalik peredaran minuman haram itu. Polisi sudah memeriksa Ponijo alisan Dalijo warga Wijirejo Pandak sebagai pemilik rumah lokasi pesta miras oplosan berlangsung.

Sebagaimana diketahui Seto meninggal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Sabtu (6/8/2016) sekitar pukul 22.00. Sementara Giyanto meninggal di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Minggu (7/8/2016) sekitar pukul 09.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KRjogja.com dari keterangan Ponijo, Minggu (7/8/2016) terungkap, jika pesta miras oplosan berujung maut tersebut terjadi Kamis (4/8/2016).  Lelaki tersebut menjelaskan sebelum membeli miras oplosan. Seto sejak pagi sudah berada di rumahnya sekadar ngobrol.  Selanjutnya sekitar pukul 11.00 Seto dan Giyanto mengajak Ponijo patungan untuk membeli miras. Namun Ponijo yang baru sakit tidak setuju dengan ide karibnya itu.  

“Saya sedang sakit, siang itu sekitar pukul 11.00 saya tidur kemudian ajak patungan tetapi tidak mau,” ujarnya. Karena pemilik rumah tidak mau, Seto tetap memesan miras dari seorang penjual di Bantul satu jeriken kapasitas 4-5 liter seharga Rp 100.000,.

“Memang benar pesannya menggunakan handphone saya, tetapi saya tidak tahu, karena sejak sepekan lalu sakit,” ujarnya.

Setelah miras pesanannya datang langsung dioplos dengan sejumlah minuman. Pesta miras  berlangsung dari jam 12.00 hingga sore sekitar pukul 16.00. Pasca kejadian itu tidak ada kejanggalan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. Ponijo mengungkapkan, sebenarnya rekannya yang meninggal tidak hanya sekarang menenggak miras. Kebiasaan buruk itu sudah berlangsung setahun terakhir dan selalu dilakukan di rumahnya.

“Setahun ini mereka kumpul di rumah saya, istilahnya rumah saya ini jadi markas. Sementara yang diminum yang itu-itu saja, tetapi tidak apa-apa. Demikian juga dengan yang sekarang masih dirawat juga minumnya dirumah saya,” kata Ponijo. Pihaknya juga merasa heran mengapa untuk yang terakhir ini karibnya tersebut meninggal.

Sementara Kapolsek Pandak Bantul, S Parmin mengungkapkan, pasca kejadian langsung melakukan penyelidikan ramuan yang menyebabkan dua orang tewas itu. “Ada sejumlah minuman dicampur jadi satu dengan miras yang dibeli para korban, yang jelas kasus ini masih kami dalami,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI