Polda DIY Bantah Perintahkan Pencekalan ke Imigrasi Bali

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dua orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Magelang, Jawa Tengah yang akan magang ke Jepang disita paspornya oleh pihak Imigrasi Bali. Pencegahan diduga atas permintaan dari Polda DIY.

Baca Juga: Merasa Ditipu Bos LPK, Calon TKI Lapor ke Polda

Hal itu disebutkan oleh kuasa hukum dua orang calon TKI tersebut, Joko Supriyadi. "Kami mempersoalkan tentang perjalanan anak-anak magang ke Jepang yaitu Hendi dan Nanang yang kemarin pada tanggal 3 Juli 2019 di cekal paspornya oleh imigrasi dari Bali," kata Joko Supriyadi kepada wartawan di Mapolda DIY, Selasa (13/08/2019).

Menurutnya, penyitaan paspor dilakukan tanpa dasar yang kuat. Pihak imigrasi hanya mencantumkan alasan keduanya merupakan calon TKI non prosedural.

"Padahal yang terjadi adalah ada seorang penyidik dari Polda DIY datang pada tanggal yang sama 3 Juli 2019, diduga untuk meminta kepada pihak imigrasi melakukan pencekalan terhadap paspor tanpa dasar," ungkapnya. 

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengungkapkan, terkait dengan laporan calon TKI yang akan di berangkatkan ke Jepang, Polda DIY menangani dua laporan polisi.

"Ada laporan polisi tentang penggelapan paspor. Dan pemalsuan paspor," kata Yuliyanto saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda DIY.

Soal ada dua TKI yang akan ke Jepang, diduga dalam pembuatan paspor itu ada yang dipalsukan. Sehinga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) A (inisial) melaporkan LPK B.

"LPK A melaporkan LPK B kalau ada indikasi dalam proses penerbitan paspor itu ada yang tidak benar. Kenapa? Karena kedua TKI itu awal mulanya dilatih di LPK A dan sudah memiliki paspor dari LPK A," jelas Yuli.

Namun terkait penyitaan paspor, Yuli menegaskan, Polda DIY tidak pernah menerbitkan surat perintah kepada Imigrasi Bali.

"Polisi bisa minta pencekalan, tapi di dalam kasus ini, Polda DIY tidak pernah menerbitkan permintaan kepada imigrasi untuk melakulan pencekalan," pungkasnya.(Ive)

BERITA REKOMENDASI