Polisi Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Rental

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Tim Buser Polres Bantul berhasil membongkar sindikat penipuan dengan menyasar rental mobil bermodus memalsukan KTP.  Lima orang ditetapkan menjadi tersangka yakni,  Ar  (26),  Hr (23),  Mk (27),  Sm (28) serta Rm (30) semua asal Jawa Timur.  

 

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza, belasan KTP palsu, kartu keluarga, mesin potong kertas, nota rental, serta mesin laminating. Kini kasus tersebut terus dikembangkan  Buser Polres Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK didampingi Kasubbag Humas Polres Bantul AKP Leonisya Sagita SIK,  Selasa (27/9) mengungkapkan, terbobangkarnya penipuan bermodus memalsukan  identitas berawal ketika tersangka Ar pada Minggu (25/9) menyewa mobil di Rental Jogja Transport milik Petra Aulia (27) di Jalan Imogiri Barat. Setelah harga disepakati mobil dibawa tersangka. Setelah mobil dibawa, pemilik rental curiga identitas KTP atas nama Bemi palsu. Selanjutnya pemilik mobil melaporkan kejanggalan itu ke Polres Bantul.

Mendapat laporan adanya dugaan pemalsuan indentitas untuk menyewa mobil.  Dipimpin Ipda Supriyadi SH, Tim Buser Polres Bantul melakukan pengejaran berbekal ciri mobil.  Dalam tempo singkat  Buser berhasil mengendus keberadaan Ar dan Hr di sebuah rumah makan di Jalan Parangtritis Bangunharjo Sewon Bantul.  Siang itu juga dua pelaku langsung digelandang ke Polres Bantul dimintai keterangan. Kepada petugas Ar menyebut dua komplotannya masih menginap di hotel kawasan Prawirotaman Yogyakarta.

Petugas kemudian membekuk keduanya dan ditemukan belasan KTP palsu, kartu keluarga. Dari keterangan tersangka Mk dan Sm diperoleh informasi jika identitas palsu itu didapat dari Rm asal Madiun. “Sm ini kesehariannya bekerja dipercetakan, kemudian terlibat sindikat ini yang berperan membuat identitas palsu, Sm dibekuk  Tim Buser di rumahnya,” ujar Anggaito.  Hasil pemeriksaan sementara  dalang dibalik tindak kejahatan itu ialah Ar. Tersangka itu memalsukan identitasnya dengan mengganti foto KTP seseorang.

Tetapi  terkait asal KTP itu masih dalam penyelidikan.  Bahkan Ar juga mengaku  bekerja di sebuah koperasi di Solo untuk meyakinkan pemilik rental.  “Tersangka ini mengganti foto dalam KTP dengan wajahnya, alamatnya sesuai aslinya. Yang dipalsukan bukan EKTP, tetapi yang model lama,” ujar Anggaito. Mobil itu oleh tersangka akan dijual di Jawa Timur dengan harga berkisar Rp 25 juta.

Pihaknya berharap masyarakat  pengelola rental mobil atau jasa sewa menyewa jika menemukan indentitas mencurigakan segera melapor. Langkah tersebut untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Terkait sasaran, sindikat asal Madiun ini mencari lewat internet. (Roy)

BERITA REKOMENDASI