Polisi Tangkap Kurir Tembakau Gorila

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Narkotika jenis baru dari tembakau sintetis atau tembakau gorila menyasar pelajar SMP. Hal itu terungkap dari seorang kurirnya yang ditangkap Satnarkoba Polres Karanganyar di Klodran, Colomadu pada awal Mei lalu.

“Tersangka diringkus di depan sebuah swalayan pada Senin (8/5/2017) lalu pukul 22.00 WIB. Ia sedang menunggu pembeli tembakau gorila menghampiri untuk transaksi,” kata Kasatnarkoba Polres Karanganyar, AKP Suharno kepada KRJOGJA.com, Minggu (28/5/2017).

Kurir tembakau gorila asal Wonorejo, Gondangrejo, Nugroho Adji Putro (23) itu tak bisa mengelak memiliki narkotoka jenis baru itu usai digeledah polisi. Ditemukan empat linting tembakau gorila pada bungkus rokok dan dimasukkan saku jaket. Sedangkan tiga linting lagi disimpan di saku jaket.

Berdasarkan pemeriksaan urine tersangka, ia positif mengonsumsi zat adiktif itu. Konsumsi kandungan zat 5-Fluora-ADB di dalam tembakau gorila menimbulkan efek kecanduan dan halusinasi. Zat itu masuk daftar nomor 95 tertuang dalam Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Sementara itu Adji mengatakan berjualan tembakau gorila sejak dua bulan lalu. Ia menjual paket berisi delapan linting tembakau gorila Rp 200 ribu. Namun bisa juga eceran per linting Rp 45 ribu per linting.

“Mengambilnya dari tempat teman. Saya kurang paham campurannya apa saja, karena dia yang mengoplos. Duitnya buat kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Lelaki yang bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan percetakan dan sablon di Karanganyar itu mengaku pembelinya tak hanya pelajar SMA namun juga SMP. Biasanya, mereka menghubungi Adji lewat ponsel sebelum memutuskan bertransaksi.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti tujuh linting tembakau sintetis, satu unit handphone, dan sepeda motor Yamaha Vega R buatan 2009 warna merah pelat nomor AD 6063 EP. Tersangka dijerat menggunakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (R-10)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI