Polisi Tetapkan Guru Tampar Murid Jadi Tersangka

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah melalui pemeriksaan, penyidik Satreskrim Polres Banyumas, Jumat (29/4/2018) sore akhirnya menetapakan Luk (27) guru teknik komputer jaringan SMK K di Purwokerto, menjadi tersangka dalam kasus penamparan terhadap 9 siswa kelas XI yang rekamannya menjadi viral di medsos.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK, kepada wartawan, Jumat (20/3/2019) menjelaskan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi, ternyata ada 9 siswa yang jadi korban penamparan tersangka Luk.

"Selanjutnya penyidik menetapkan guru Luk menjadi tersangka kasus kekerasan anak," kata AKBP Bambang YS.

Menurutnya kasus kekerasan kepada siswa itu berawal ketika 9 siswa itu terlambat masuk kelas untuk mengikuti pelajaran dengan alasan dari kantin. Karena terlambat pelaku kemudian menghukum terhadap para siswa yang terlambat dengan cara menampar dengan tangan.

Kasus itu muncul dan ramai setelah salah satu siswa merekam menggunakan kamera handphone kemudian di posting di media sosial, dan menyebar menjadi viral.

Dalam kasus ini pelaku yang merupakan guru tidak tetap ini dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Polisi juga menyita barang bukti satu handphone, dan memeriksa 13 orang saksi termasuk para korban kekerasan. "Penyidik juga masih mencari jeratan pasal lainya," tambah AKBP Bambang YS.

Naipah (46) warga Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara, salah satu orang tua yang menjadi korban kekerasan saat dihubungi terpisah meminta pelaku untuk dihukum berat. "Saya yang orang tuanya tidak pernah menampar malah gurunya menampar," kata Naipah. (Dri)

BERITA REKOMENDASI