Polisi Tunggu Penyidikan Ujaran Kebencian Terhadap PDIP

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pelaku ujaran kebencian sesuai laporan dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Sukoharjo sudah jelas. Status pelaku tersebut kemungkinan segera menjadi tersangka. Meski demikian, Polres Sukoharjo belum bisa melakukan penangkapan menunggu perkembangan fakta hasil pemeriksaan dan barang bukti.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Minggu (24/9/2017) mengatakan, pelakunya sudah jelas. Tetapi penyidik harus bertindak professional dengan menunggu dukungan fakta dan barang bukti.

“Pelapor dan saksi sudah diperiksa semua dan tersangkanya sudah jelas,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, ada empat saksi pelapor yakni Ketua PAC PDIP Sukoharjo. Mereka yakni Ketua PAC PDIP Grogol Sukardi Budi Martono, Ketua PAC PDIP Kartasura Parwanto Mulyo Saputro, Ketua PAC PDIP Sukoharjo Kota Slagen Abu Gorda dan Ketua PAC PDIP Polokarto Idris Sarjono.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Rifeld Constantien Baba, mengatakan, usai menerima laporan dari empat ketua PAC atau kader DPC PDIP Sukoharjo, polisi langsung melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan meminta keterangan saksi.

Saksi yang dimintai keterangan diantaranya merupakan kader DPC PDIP Sukoharjo. Total ada empat orang mengajukan laporan resmi ke Polres Sukoharjo pada Rabu (13/9/2017). Laporan dilakukan terhadap sebuah akun medsos facebook atas nama Bambang Wahyudi.

“Dalam laporan dari DPC PDIP Sukoharjo memang mereka melaporkan dugaan ujaran kebencian dari akun facebook bernama Bambang Wahyudi. Kami langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi,” ujar AKP Rifeld Constantien Baba.

AKP Rifeld Constantien Baba menjelaskan, hasil penyelidikan sementara diketahui belum ada unsur ujaran kebencian. Polisi justru menemukan unsur pencemaran nama baik.

“Unsur pencemaran nama baik dari akun facebook Bambang Wahyudi karena ada postingan pangkaderan koruptor. Seperti diketahui koruptor adalah orang yang sah ditetapkan pengadilan bersalah dan terbukti,” lanjutnya.

Penyelidikan juga akan dilakukan Polres Sukoharjo terkait pengelola akun facebook Bambang Wahyudi. Terkait dengan hal itu, AKP Rifeld Constantien Baba mengatakan itu menjadi ranah internal penyelidikan petugas.

“Itu sudah teknis penyelidikan dan belum bisa kami publikasikan. Dasar penyelidikan yakni dengan mencari pengelola akun facebook Bambang Wahyudi,” lanjutnya.

Polisi akan menjerat pelaku dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah dirubah UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 poin 3 tentang Pencemaran Nama Baik. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta.

Ketua PAC PDIP Grogol Sukardi Budi Martono mengatakan, benar sudah ada pemeriksaan dari polisi terhadap empat orang ketua PAC PDIP. Hasil pemeriksaan belum bisa dipublikasikan menunggu perkembangan dari penyidik

“Kami masih menunggu perkembangan kasus ini dari Polres Sukoharjo,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI