Polres Kudus Didesak Usut Kasus Perkosaan Bocah Dibawah Umur

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Pengusutan kasus perkosaan terhadap anak bawah umur, sebut saja Melati (14) siswi sebuah SLTP di Kudus diminta untuk segera dituntaskan. Desakan itu disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), setelah mengetahui proses penyidikan yang dilakukan Polres Kudus dinilai lamban.

Kasus tersebut sudah dilaporkan bulan Juni 2017, namun hingga sekarang progres penanganannya dianggap tidak signifikan. Sudah sekitar lima bulan tidak ada perkembangan.

“Kami meminta penyidik Polres melangkah cepat dalam menangani kasus itu. Kami lihat dalam satu bulolan ke depan, kalau tidak ada kemajuan kami akan gelar demo besar- besaran,” kata Ketua Markas KPMP Cabang Kudus, Musbiyanto kepada KRJOGJa.com, Senin (30/10/2017).

Dia mengaku sudah dua kali melakukan desakan, baik melalui audensi dengan penyidik maupun demo ke Polres Sabtu (28/10/2017). Dalam aksi demo akhir pekan kemarin, ditemui Kapolres AKBP Agusman Gurning. Kapolres langsung menanggapi desakan dan siap melanjutkan proses hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa persetubuhan dilakukan pertengahan Desember 2016, dilakukan tiga tersangka pelaku di sebuah persawahan turun Desa Purworejo Kecamatan Bae Kudus. Aksi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB.

Untuk pengusutan kasus itu, korban telah dimintakan visum dokter. Alat bukti lain yang ada yaitu berbentuk rekaman percakapan antara tersangka pelaku dan korban.

Kasat Reskrim Pokres Kudus AKP Kurniawan Daeli ketika dikonfirmasi menyatakan, laporan kasus persetubuhan anak bawah umur, proses hukumnya masih berlanjut. Proses dipastikan dilakukan secara profesional, proporsional dan transparan. Lambannya proses penyidikan karena terkendala minimnya saksi dan keterangan korban yang berubah- ubah.

Awalnya korban mengaku kejadian pertengahan Desember 2016, lalu berubah menyatakan kejadian Juli 2016. Korban mengaku perkenalan pertama di gedung bioskop dan sebelum kejadian korban dijemput diluar rumah tanpa sepengetahuan orang tua. “Kalau ada saksi tambahan, kami minta pelapor segera menyampaikan ke Polres,” katanya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI