Pria Gangguan Jiwa Mengamuk Bacok Empat Warga

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Seorang diduga memiliki gangguan jiwa mengamuk dan membacok warga yang berusaha menenangkannya. Pria yang mengaku bernama Parjo ini tak terima saat hendak ditangkap warga ketika ia kepergok mencuri kotak amal di Masjid Ibrahim Ngestiharjo Kasihan Bantul, Jumat (05/01/2018). Empat warga menjadi korban pembacokan sebelum akhirnya pelaku berhasil ditangkap di sekitar Jembatan Serangan Wirobrajan Yogyakarta.

Tindak penganiayaan ini berawal saat pelaku kedapatan mencuri kotak amal di Masjid Ibrahim. Aksi pria ini diketahui seorang takmir masjid bernama Jumari (42) dan pelaku kemudian kabur menggunakan sepeda motor.

Takmir masjid kemudian mengejarnya dengan mengajak seorang juru parkir (jukir) bernama Endro Suprihatin (32) warga Ngestiharjo yang tengah berjaga di depan warung Soto Kadipiro Jalan RE Martadinata. Dengan mengendarai sepeda motor kedua orang ini mencari pelaku dan berhasil menemukannya di timur kantor Kelurahan Ngestiharjo masih di kawasan jalan yang sama.

Takmir masjid lalu menanyakan perihal kotak amal, namun pelaku malah tersinggung dan mengambil senjata tajam (sajam) berupa pisau di dalam tas miliknya. Ia mengancam akan melukai siapa saja yang mendekat dan mencoba menangkap dirinya.

Pelaku kembali memacu motornya ke arah timur dan warga terus mengejarnya. Di depan sebuah bengkel kawasan Jalan RE Martadinata pria ini berhasil dihentikan lagi namun ia membacok Endro Suprihatin yang mengenai lengan kirinya dan menikam warga lain bernama Wahyu Widodo (43) asal Ngestiharjo pada bagian lututnya.

Arif Budi Santoso (39) warga Ngestiharjo yang ikut menangkap dan berusaha menghalang-halangi pelaku hendak kabur malah ditusuk kakinya. Hal sama juga dialami Sukirman (59) warga Wirobrajan Yogyakarta, sabetan senjata pelaku mengenai kepala dan wajahnya.

Walau telah dikepung puluhan warga namun pelaku masih berhasil lolos dan kembali melarikan diri ke arah timur. Polisi yang mendapat informasi ada seorang bersenjata tajam mengamuk warga turut turun tangan melakukan pengejaran.

“Pelarian pelaku terhenti di sekitar Jembatan Serangan. Polisi dan warga akhirnya berhasil menangkapnya, namun saat terdesak ia membuang senjata tajam ke Sungai Winongo,” ungkap Kapolsekta Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati.

Warga yang marah sempat menghakimi pelaku namun petugas segera mengamankan pria ini ke Mapolsekta Wirobrajan. Para korban yang menderita luka bacokan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pertama.

Endang Susil Kurniati menjelaskan, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Hal itu terungkap saat petugas mengintrogasi pria ini dan jawabannya tak pernah sesuai dengan apa yang ditanyakan.

“Ditanya nama dan alamat tidak bisa menjawab dan malah kebingungan. Hanya sekali ia mengucapkan kata ‘Parjo’, diduga ini adalah namanya,” jelasnya.

Pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsekta Wirobrajan untuk menghindari amukan massa. Petugas masih mencari pisau yang dibuang pelaku di Sungai Winongo untuk dijadikan sebagai barang bukti tindak penganiayaan yang dilakukannya.

“Karena TKP (tempat kejadian perkara) baik pencurian maupun penganiayaannya terjadi di wilayah Kasihan maka pelaku akan kami serahkan kepada jajaran polsek setempat guna proses penanganan selanjutnya. Saat ini pelaku masih ada pada kami dan segera diserahkan setelah barang bukti ditemukan,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI