Produsen Nakal Isi Galon dengan Air Sumur

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas gabungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY dan Krimsus Polda DIY menggerebek produsen air minum dalam kemasan ilegal di Dusun Bebekan RT.04 Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (16/05/2017). Dari lokasi di CV Tirta Bening Sumber Alami Cabang Yogyakarta itu petugas BPOM DIY menyita barang bukti 251 galon air mineral siap edar, tutup serta alat pembersih galon.

Kepala BPOM DIY, Ig Ayu Adhi Aryapatmi Apt mengungkapkan sebelum dilakukan penggrebekan, satu bulan sebelumnya BPOM sudah mencurigai adanya peredaran air mineral ilegal yang diproduksi  di Piyungan.  Setelah uji laboratorium, air mineral tersebut tidak memenuhi syarat edar lantaran masih mengandung bakteri pseudomonaz.  Selain itu kandungan PH air mineral itu dibawah 7 sehingga agak asam. “Terkait efek yang timbul mengonsumsi air mineral itu bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan dan pencernaan,” jelasnya.

Bahan baku air berasal dari mata air di Kaliurang Sleman, namun jika air sumber tersebut habis maka memanfaatkan sumur yang ada di lokasi produksi. Ayu mengungkapkan, alasan mendasar  penggrebekan itu karena  produsen air mineral itu tidak dilengkapi izin edar. “Kemasan galon itu registrasinya menggunakan perusahaan yang berdomisili di Trenggalek, jelas itu tidak benar,” ujarnya.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan yakni mengembankan kasus ini serta mengkaji penegakan hukum. Jika ternyata sudah cukup bukti pidana, tentu akan ditindak secara hukum. “Pasalnya UU Pangan No 18 Tahun 2012, Tentang larangan produksi atau distribusi pangan tanpa izin edar,” ujarnya.

Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Drs Gatot Agus Budi Utomo didampingi Kasi Korwas Krimsus Polda DIY, Kompol Samsul Bahri mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai kejaksaan. Dengan penangkapan itu setidaknya dapat mencegah peredaran minuman tidak layak konsumsi ditengah masyarakat.

Sementara Supervisor CV Tirta Bening Sumber Alami Cabang Yogyakarta, Mardani Sukirno mengatakan, dalam sehari unit usaha yang dikelolanya mampu memproduksi air mineral ilegal mencapai 300 galon. “Air minelar ilegal itu dijual Rp 43 ribu plus galon, sementara jika isi dijual Rp 8 ribu/ galon,” ujarnya.

Selama ini daerah pemasaran  kebanyakan di DIY, tetapi paling banyak di Bantul dan Kota Yogyakarta. “Saya sudah empat bulan ini bekerja disini, setiap hari juga minum. Tetapi sampai sekarang juga tidak sakit. Karena sebelum beredar juga kami olah dahulu, bahkan kami uji dulu ada kandungan kuman atau tidak,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI