Prostitusi Online Marak, Polisi Selidiki Akun Sosial Media

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY terus melakukan penyelidikan terkait adanya kasus prostitusi online yang memanfaatkan berbagai sosial media di wilayah DIY. Kini Polda mengerucutkan penyelidikan pada 20 akun sosial media yang diduga digunakan untuk transaksi perempuan penjaja kenikmatan.

AKBP Donny Kiswoyo Kasubdit 2 Kriminal Khusus Polda DIY kepada wartawan, Senin (29/8/2016) mengatakan penangkapan terhadap dua tersangka Eko Susanto warga Pakem dan Ridwan Hadianto warga Klaten Jawa Tengah menjadi pintu masuk untuk menemukan akun-akun sosial media lain yang disalahgunakan untuk transaksi prostitusi online. Menurut dia, saat ini pergerakan prostitusi media online lebih rapi sehingga cukup sulit dilacak.

"Kami pantau 20 akun di beberapa sosial media karena kami punya tim IT untuk melakukan hal tersebut. Kami antisipasi untuk menekan penyalahgunaan sosial media untuk prostitusi online," terangnya.

Sementara secara terpisah Kepala Dinas Kominfo DIY, Ronny Primanto Hari mengatakan pertumbuhan prostitusi online di Yogyakarta memang lebih signifikan terutama sejajar dengan perkembangan pariwisata. Menurut dia, pemerintah DIY telah melakukan koordinasi dengan pegiat sosial media untuk menyampaikan laporan apabila menemukan situs atau akun sosial media yang disalahgunakan untuk prostitusi online.

"Melihat kondisi Yogyakarta yang semakin ramai memang tak bisa dipungkiri prostitusi online juga meningkat. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pegiat sosial media untuk melaporkan bila menemukan akun yang disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi online," ungkapnya saat ditemui di Kepatihan.

Sebelumnya diberitakan pengelola akun prostitusi online mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari 'berjualan' perempuan penjaja kenikmatan. Para germo ini mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu untuk setiap perempuan yang berhasil dijual pada lelaki hidung belang. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI