PRT dan Balita Korban Penganiayaan Akhirnya Divisium Ulang

SLEMAN (KRjogja.com) – Sartini (36) bersama anaknya JM (1,5) Kamis (17/11/2016) kembali menjalani pemeriksaan di Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polda DIY. Ibu dan anak tersebut akhirnya menjalani visum ulang di RS Bhayangkara setelah sebelumnya terlebih dahulu dimintai keterangan selama satu jam di hadapan polisi.

Kanit PPA Direskrimum Polda DIY, Kompol Retnowati kepada wartawan mengatakan keputusan visum ulang dilakukan setelah ada luka bekas besi panas di perut yang belum diperiksa dalam pemeriksaan Rabu (15/11/2016) kemarin di RSUP Dr Sardjito. Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan untuk melengkapi data pemeriksaan sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

"Ada luka karena besi panas yang kemarin belum divisum sehingga hari ini kita lakukan lagi di RS Bhayangkara. Nanti selanjutnya mengisi berita acara perkara dan dilanjutkan pemanggilan saksi," terangnya.

Hingga sore ini ibu dan anak tersebut masih berada di RS Bhayangkara untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan visum seluruh tubuh. "Kami ingin melihat seberapa jauh kekerasan tersebut berpengaruh pada tubuh anak ini, kami ingin dokter memeriksa secara menyeluruh untuk melengkapi berkas laporan," pungkas Retnowati.

Sementara Sartini memilih tidak memberikan keterangan pada wartawan dan memilih menjalani proses pelaporan. Bersama beberapa kerabat yang setia mendampingi, besar harapan ada keadilan atas kasus kekerasan dan penganiayaan yang menimpanya.

Sebelumnya diberitakan Sartini dan JM mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya bernama Adi Cahyono. Bahkan balita tersebut disiksa menggunakan besi panas dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi lainnya karena dianggap membawa sial. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI