PRT ‘Ketagihan’ Curi Perhiasan Majikan

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Kebiasan jelek Aziroh Astuti alias Tuti (47), seorang pembantu harus terhenti, bahkan, warga Wonodri, Semarang itu, Kamis (18/8) dijebloskan ke dalam sel Polsek Semarang Tengah. Pasalnya kebiasaan jeleknya yakni mencuri berbagai jenis perhiasan majikan Ny Kristiantini (55) warga Jalan Seroja III, Karang Kidul, Semarang Tengah.

 

Beragam perhiasan seperti gelang, cincin dan kalung senilai ratusan juta rupiah ludes. Sementara Aziroh Astuti yang sejak awal dicuriagai polisi tidak mampu mengelak. Aziroh Astuti akhirnya, memang mengakui terus terang perbuatannya.

Ia mengaku niat mencuri diawali dari kebingungan menanggung beban hutang. Namun, meski hutang telah terlunasi yang dibayar dari uang  penjualan perhiasan hasil mencuri, ia malah ketagihan mencuri. Uang penjualan tidak saja untuk menambah kebutuhan makan, tapi dibelikan barang mewah, termasuk alat alat elektronik.

Karena pencurian dilakukan berkali-kali selama satu tahun hingga perhiasan milik  majikannya senilai ratusan juta rupiah itu ludes. "Saya ambil satu-satu gitu biar enggak ketahuan. Saya tahu kalau laci lemari itu enggak pernah dikunci ibu (korban) juga enggak pernah mengecek", ucapnya.

Ia setelah berhasil mengambil, perhiasan tersebut dijualnya ke seorang penadah, Siti Nuryati (48) dengan harga bervariasi. Seperti gelang rantai emas yang diperkirakan harga Rp 25 juta, dijual pelaku kepada penadah, sebesar Rp 2,5 juta. "Saya enggak tahu harganya, yang penting laku", demikian tersangka Tuti. (Cry)

BERITA REKOMENDASI