PT CMK Telah Kantongi Izin Pertambangan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT Citra Mataram Konstruksi (PT CMK) menyatakan telah mengantongi izin pertambangan secara lengkap untuk dapat melakukan operasional tambang di Kali Progo wilayah Jomboran Kalurahan Sendangagung Kapanewon Minggir Kabupaten Sleman. Bahkan rekomendasi teknis dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) telah dikantongi untuk permohonan izin usaha pertambangan pada Sumber Air No SA 0203.ag.4.42/33 diterbitkan pada 9 Januari 2020

“Bahwa PT CMK telah mempunyai izin secara law formal dari instansi-instansi yang berwenang, izin-izin sudah diajukan jauh-jauh hari, sehingga PT CMK ini kedudukannya sah secara hukum bisa melakukan penambangan di wilayah yang ditentukan, permohonan izin pertambangan operasi produksi diajukan pada 27 Juni 2019,”terang Kuasa Hukum PT CMK Yacob Richwanto SH MH CIL, Jumat (02/10/2020).

Menanggapi sejumlah warga yang melakukan penolakan, Yacob menyampaikan para warga menyampaikan isu-isu yang tidak ideal. Ssu perusahaan belum pernah melakukan sosialisasi dan aktifitasnya akan merusak siklus dan lingkungan di sekitar pertambangan menurutnya tidak beralasan.

“Ini merupaka isu-isu yang tidak benar dan sangat merugikan PT CMK. Kami selaku kuasa hukum akan meluruskan isu yang berkembang di masyarakat, bahwa dalam mengajukan perizinan sudah 4 kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan disitu dihadiri Kepala Desa, Dukuh dan warga-warga yang setuju adanya penambangan,” jelasnya.

Disamping itu PT CMK juga memberikan konpensasi-konpensasi yang terkena dampak penambangan yakni sebesar Rp 20 ribu per ritase, memberikan pula kontribusi pembangunan desa sebesar Rp 10 ribu per ritase, serta beberapa konpensasi yang lain. Bahkan pihak perusahan masih memberikan toleransi kepada warga yang menolak dengan membuka forum diskusi sebelum dilakukan penambangan secara riil dengan menurunkan alat berat .

Ditambahkan Moch Zulkarnain Ali Mufthi SH MH CIL, PT CMK telah membuat surat pernyataan atas dampak penggalian dan penggambilan pasir dan batu dalam rangka pemeliharaan Sungai Progo. Ia menegaskan pihaknya berjanji dan bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai yang tercantum dalam dokuman UKL-UPL serta bersedia dipantau dampaknya oleh instansi yang berwewenang serta aturan yang berlaku.

“Dinas terkait sudah memperhitungkan oleh ahli-ahli lingkungan hidup terkait dampak kerusakan lingkungan. Jadi kekawatiran yang disampaikan warga yang tidak setuju itu tidak semestinya sampaikan seperti itu, orang orang yang memiliki keahlian teknis dalam lingkungan hidup telah merekomendasikan sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan,” terangnya.

Sementara itu salah seorang warga RT 03 RW 34 Padukuhan Jomboran, Windihartono menyatakan mendukung operasional penambangan yang akan dilakukan PT CMK. Ia mengungkapkan telah dilakukan sosialisasi kepada warga, diantaranta sosialisasi pertama kali pada 22 November 2019 dan terakhir pada Juli 2020 dengan mengundang warga yang paling terdampak, diantara yang diundang telah menyatakan setuju.

Sedangkan Dukuh Jomboran, Sugiyono mengatakan selaku dukuh dalam posisi tidak memihak kepada pihak manapun. Hanya saja keberadaan kegiatan tambang legal yang dilakukan diharapkan berdampak positif bagi warga sekitar. (*)

BERITA REKOMENDASI