Puluhan Juta Uang Palsu Beredar di Kudus Jelang Pilkada

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Puluhan juta uang palsu pecahan Rp 100 ribu telah beredar di wilayah Kudus menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 Juni mendatang. Dari sekitar Rp 30 juta yang diedarkan, sebanyak Rp 6,9 juta barang bukti uang palsu berhasil diamankan bersama lima tersangka pelaku. Masih ada sekitar 23,1 juta yang telanjur beredar.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, meski tidak ada kaitan langsung, fenomena peredaran uang palsu seringkali terjadi menjelang pilkada.  “Apa yang menjadi kekhawatiran kami terbukti,” ujarnya, Jumat (16/03/2018).

Sehari sebelumnya, pengungkapan kasus peredaran uang palsu digelar di Mapolres setempat. Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyebut menyebut, kelima tersangka pengedar uang palsu semuanya warga Kudus.

Mereka yaitu, Suripan  (59) asal Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Eko Purwanto (35) dan Reski Pamungkas (21) penduduk Desa Klumpit Kecamatan Gebog, Sumardi (27) warga Singocandi Kecamatan Kota, serta Aswati (41) ibu rumah tangga warga Ngembal Kulon Kecamatan Jati.

Uang palsu pecahan Rp 100 ribu didapat tersangka dari jaringan pengedar di Surabaya. Tersangka menukar Rp 10 juta uang asli dan mendapatkan ganti Rp 30 juta uang palsu.

Uang itu diedarkan dengan cara membelanjakan di pasar- pasar tradisional di wilayah Kudus. Kasus itu terungkap saat tersangka Eko dan Aswati berbelanja menggunakan uang palsu di Pasar Desa Piji Dawe, 5 Maret lalu. Setelah itu, tiga tersangka juga diamankan.

Seorang tersangka Suripan mengatakan, dirinya hanya bertugas menukar uang asli Rp 10 juta dengan uang palsu Rp 30 juta dengan mendapatkan imbalan Rp 2 juta. Sedang tersangka Aswati mengaku baru membelanjakan dua lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu, dari delapan lembar yang akan diedarkan. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI