Reka Ulang 40 Adegan, Tersangka Terancam Hukuman Mati

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kasus pembunuhan dan pemerkosaan kasir toko bangunan, Eka Rahma Aprilianti Ifada (24), warga Magelang, oleh Fajar Sigit Santoso (19), yang terjadi pada Sabtu (1/12/2018) malam lalu, direka ulang dalam 40 adegan, Rabu (19/12/2018). 

Dalam reka ulang tersebut, tersangka yang merupakan warga Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, mengawalinya saat ia datang ke kos korban di wilayah Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota, untuk bermalam minggu. Berboncengan, mereka makan di wilayah Kecamatan Teras dan hendak menghabiskan malam di wilayah Bandara Adi Soemarmo. Namun diurungkan karena korban sakit perut. 

Keduanya lalu menuju Tugu Jagung di kawasan Pemkab Boyolali dan nongkrong di sana. Saat itulah, korban meminta tersangka yang saat itu sedang mengkonsumsi miras agar melunasi hutangnya sebesar Rp 400 ribu. Tersangka tersinggung lalu mulai merencanakan proses eksekusi. 

Tengah malam, tersangka mengajak korban pulang. Beralasan menghindari razia polisi, korban diajak melewati jalur alternatif yang melewati areal perladangan warga. Saat melintasi ladang di Kampung Banjarsari, Kelurahan Kemiri, tersangka menjatuhkan motornya. Saat itulah, korban yang masih terbaring di tanah dibekap dan dicekik serta diperkosa. Korban yang akhirnya meninggal lalu diseret sejauh 5 meter dan diletakkan di sisi jalan perladangan. Jasadnya ditemukan warga pada Minggu pagi, dalam kondisi masih mengenakan helm. 

Usai reka ulang, Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto menjelaskan, reka ulang sebanyak 40 adegan diperlukan untuk memperjelas keterangan tersangka dalam BAP, dimana tersangka secara kronologis memperagakan aksinya. "Dari hasil otopsi, korban dipastikan meninggal karena cekikan," terangnya.  

Tersangka sendiri, lanjut Wily, akan dijerat pasal berlapis, diantaranya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Gal)

BERITA REKOMENDASI