Remaja Putus Sekolah Edarkan Sabu

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Seorang pelajar putus sekolah berinisial DAP (16) menjadi pengedar sabu-sabu. Ia diciduk aparat setelah kedapatan menyimpan 0,17 gram sabu dan senjata tajam (sajam).

Penangkapan dirinya di angkringan depan sebuah kantor bank di Ngringo, Jaten, Sabtu (24/12/2016) lalu berkat laporan masyarakat. Satreskrim dan Satnarkoba menangkap remaja ini saat sedang menikmati hidangan istimewa kampung (HIK). Saat digeledah di dalam kantong celana DAP ditemukan dua paket sabu kemasan plastik berperekat yang akan dijual ke konsumennya, Polisi juga mendapati dua benda tajam di dalam jok sepeda motornya Honda Beat AD 6670 MD.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dalam gelar barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres mengatakan DAP merupakan pengedar barang haram itu. Pernyataan itu didasari bukti rekaman komunikasi antara konsumen dengan tersangka melalui ponsel.

Polisi masih mendalami darimana tersangka memperoleh sabu-sabu dan kepada siapa dia akan menjualnya. Terlepas dari itu, Polres Karanganyar mempertimbangkan penganganan kasus ini mengingat tersangka yang belum cukup umur. “Diupayakan penanganan secara diversi karena ia tergolong masih anak-anak,” kata Ade Safri Simanjuntak di mapolres setempat, Kamis (29/12/2016).

Ia tak memungkiri butuh penanganan tidak sederhana terhadap tersangka ini. Melihat rekam jejaknya di jalanan, pengaruh buruk itu sudah sangat merusak. Apalagi tersangka diduga kerap melakukan perkelahian, didasari temuan pisau besi dan knuckle grip yang disembunyikannya di dalam jok sepeda motor.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, banyak hal diduga mendorong tersangka berperilaku demikian. Salah satunya bujuk rayu oknum pemilik sabu yang berhasil membelokkannya dari jalan kebenaran.

“Awalnya dikasih gratis. Setelah nyandu, harus bayar. Namun apa daya anak-anak, duit pun tidak punya. Sehingga menjadi kaki tangan oknum mengedarkan sabu. Imbalannya barang itu juga,” kata Kapolres. (R-10)

BERITA REKOMENDASI