Ritual Penggandaan Uang dengan Ngamen

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petualangan dukun palsu pengganda uang, Agus Purwanto (31) warga Dusun Kopen Desa Kandangan Kecamatan Kandangan berakhir di penjara. Ia ditangkap Kepolisian Sektor Kandangan dengan sangkaan penipuan berupa penggandaan uang pada korban Saryanto warga Kendal.

Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti mengatakan pada akhir Februari lalu tersangka datang ke seorang tukang pijit urut, yang masih tetangga desa. Saat dipijit itu, ia iseng-iseng bercerita dapat menggandakan uang hingga miliaran rupiah.

Berselang hari, tukang pijit tersebut datang bersama Saryanto (36) warga Dusun Karangjati Desa Boja Kecamatan Boja Kendal yang merupakan saudaranya. Saryanto mengaku tertarik untuk menggandakan uang, maka itu diserahkanlah uang Rp 17 juta dengan harapan bisa berlipat hingga menjadi Rp 1 miliar.

Agus mau menggandakan uang dengan persyarat Saryanto membawa kemenyan, lilin, kardus, kain mori dan bunga kantil warga putih, kuning dan merah, untuk ritual. Ritual dilaksanakan di kamar rumah Saryanto yang dilanjutkan dengan ngamen di tempat-tempat yang terdapat banyak uang, seperti di SPBU dan depan perbankan.

Kemenyan dan lilin yang dikalungi bunga kantil dinyalakan di kamar dan tidak boleh padam. Sementara korban bersama tersangka mengamen di depan bank atau SPBU. "Nanti uang akan pindah secara ghaib dari kantor bank atau SPBU ke dalam kardus didalam kamar," katanya di mapolres setempat, Kamis (09/03/2017).

Saryanto sadar menjadi korban penipuan setelah ditunggu beberapa hari, ternyata kardus masih tetap kosong. Ia pun buru-buru lapor pada kepolisian, polisi pun menangkapnya kemarin malam berikut barang bukti. Uang telah habis untuk biaya hidup dan membayar hutang. "Tersangka dijerat dengan pasal 378 dengan ancaman 4 tahun penjara," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI