Ruas Jalan Alternatif Tegalgede-Matesih Ambles

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Akses lalu lintas di ruas jalan Tegalgede-Matesih, tepatnya utara Dusun Supan dibatasi akibat fondasinya ambles. Penambangan ilegal pasir dan batu di aliran Sungai Samin diduga penyebab konstruksi jalan di atasnya menjadi labil.

“Setelah diguyur hujan Senin kemarin, aspalnya ambles dan retak-retak. Talud jalan di atas sungai ternyata sudah growong dan longsor,” kata Lurah Tegalgede, Sawiji Hartanto kepada KRJOGJA.com, Rabu (18/10/2017).

Pantauan di lokasi, petugas Satlantas Polres Karanganyar memasang garis polisi untuk menghalau pengguna jalan melewati area rawan ambrol berukuran panjang sekitar 25 meter dan lebar 2 meter. Hanya tersisa jalan berukuran lebar kurang dari dua meter untuk lewat kendaraan roda dua dan roda empat secara bergantian. Ruas jalan tersebut merupakan rute alternatif menuju Matesih ke Tegalgede, Karanganyar Kota maupun sebaliknya.

“Kondisi demikian sudah kami laporkan ke BPBD dan DPU. Selasa kemarin langsung disurvei. Kemudian dipasang tanda peringatan bahaya longsor di dua ujung jalan menuju titik rawan. Karena rute ini ramai dilalui angkutan umum maupun kendaraan pribadi, kami meminta semuanya lebih waspada,” katanya.

Penting diketahui, kondisi serupa di ruas jalan itu menyebabkan jembatan di sisi timurnya ambrol pada 2015.Perbaikan baru bisa dilakukan di tahun 2016, namun hanya di titik kerusakan itu saja.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR), Darmanto mengatakan amblesnya aspal dan longsor talud di jalan alternatif Tegalgede-Matesih di utara Dusun Supan dipastikan bukan dipicu retakan peristiwa sebelumnya di jembatan sisi timur. Ia justru yakin itu ulah orang-orang tak bertanggung jawab.

“Terbukti penambangan sirtu ilegal sangat merugikan dan membahayakan pengguna jalan. Kemarin dicek, batu-batu di dasar talud bawah tiang pancang hilang, istilahnya nggerong karena dipindahkan secara manual. Kalau misalnya itu akibat tergerus aliran sungai, mana bekas airnya? Tidak ada,” katanya.

Penutupan sebagian ruas jalan menjadi solusi sementara sebelum kondisi tersebut dipulihkan. Hanya saja, tidak bisa dalam waktu dekat.

“Diusulkan perbaikan jalan di 2018. Tidak bisa sekarang. Untuk sementara ditutup separuh dulu agar mengantisipasi ruas kritis nekat dilewati,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI