Rugikan Petani, Polisi Cari Perusak Hektaran Lahan Kopi

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepolisian Resort Temanggung menebar personel untuk menemukan pelaku perusakkan berhektar lahan kopi di Ladang Wono Kembang di Desa Bendungan Kecamatan Tretep Temanggung, yang diduga terkait dengan Pilkades di desa tersebut.

Sumber dari lokasi kejadian menyebut telah terjadi perusakkan pohon kopi di ladang Wono Kembang, yang salah satunya lahan yang dikelola Sukiswo (40) warga Dusun Bendungan, Rt 2 Rw 1 Desa Bendungan Kecamatan Tretep.

Sukiswo mengatakan pohon kopi dirusak dengan cara ditebang. Jumlah pohon yang rusak sekiyar 250 pohon dengan kerugian mencapai Rp 15 juta. "Saya memastikan perusakkan pohon Senin pagi, perusakkan diperkirakan Minggu malam," kata Sukiswo pada petugas kepolisian, Senin (13/1/2020).

Senin itu, Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali langsung memerintahkan Kasat Reskrim Muhammad Alfan untuk menyelidiki kasus tersebut dan menangkap perusak karena telah meresahkan warga. " Perusakkan lahan sebagai pelanggaran hukum. Ini meresahkan warga. Lahan kopi sebagai penghidupan warga," katanya.

Dikatakan, petugas sedang menyelidiki kasus tersebut dan ditarget segera terungkap. Pembabatan menggunakan senjata tajam dan diperkirakan pada Minggu malam. Sejumlah warga telah diminta keteranganya.

Dia mengatakan kondisi di Desa Bendungan kondusif, dan diduga perusakkan ada kaitannya dengan Pilkades pekan lalu, tetapi pihaknya belum bisa memastikan. Semua akan jelas setelah pelaku ditangkap.

Kapolsek Tretep AKP Sutarno mengatakan telah sejumlah warga diduga mengetahui peristiwa tersebut sedang dimintai keterangan. Mereka berasal dari warga setempat. " Kami juga telah meninjau lokasi. Warga telah diminta tenang dengan menyerahkan kasus pada Kepolisian," katanya.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Muhammad Alfan mengatakan petugas telah melakukan olah tempat kejadian. Petugas telah mampu memetakan pelaku masuk dan keluar dari sisi lahan yang mana. Melihat polanya, pelaku memahami lahan, sehingga bukan orang jauh, Tetapi pihaknya belum berani berkesimpulan. Termasuk dugaan ada kaitannya dengan pilkades. " Semua akan diselidiki," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI