Rumah Juragan Mebel Disatroni Rampok

SRAGEN (KRjogja.com) – Kawanan perampok beraksi di rumah Suranto (60) seorang pengusaha mebel di jalan raya Solo-Grobogan, tepatnya di Dukuh Rambat, Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (27/7/2016). Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang berhasil menggasak uang tunai dan barang berharga senilai Rp 250 juta dari rumah korban yang juga pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ini.

Informasi yang dihimpun, para perampok beraksi sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya, dua pelaku mengetuk pintu gerbang rumah korban. Penjaga rumah, Lestya Nanda (24) kemudian membuka gerbang dan menanyakan maksud kedatangan dua pria yang datang. Saat ditanya, pelaku berpura-pura kenal dengan korban dan ada keperluan penting.

Sejurus kemudian, pelaku langsung melumpuhkan penjaga rumah tersebut dengan cara dipukul dan diikat tangan serta kakinya. Pada bagian mulut juga disumpal dengan ikat pinggang. Setelah penjaga diikat, sebuah mobil yang diketahui Toyota Avanza milik kawanan perampok masuk ke halaman rumah korban.

Total empat orang masuk ke dalam rumah, sementara satu pelaku berjaga di pintu gerbang. Mereka kemudian langsung menuju kamar korban dan mengancam korban serta istrinya, Umi Baroyah (55) dengan senjata api dan senjata tajam. Korban Suranto dan istri langsung diikat pelaku. Korban hanya bisa pasrah dan tidak berusaha melakukan perlawanan. Sementara dua anak korban tidur terlelap di kamar lain dan tidak mendengar kejadian tersebut.

Dengan mudah pelaku kemudian mengambil uang tunai lebih dari Rp 100 juta yang tersimpan di lemari. Tidak hanya itu, perhiasan senilai Rp75 juta, serta 17 jam tangan mahal ikut disikat. Total kerugian yang diderita korgan sekitar Rp 250 juta. Setelah menguras harta, pelaku kemudian kabur. "Sengaja kami tidak melawan karena takut. Yang penting kami sekeluarga selamat," ujar Umi Baroyah.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat reskrim AKP Maryoto menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif kasus pencurian dengan kekerasan ini (curas) ini. "Kami masih memburu pelaku dengan melakukan pemeriksaan intensif di lokasi kejadian, baik korban maupun penjaga malam," ujarnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI