Rumah Korban Sepi, Pencari Rosok Gasak Laptop

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas Polsek Piyungan Polres Bantul Polda DIY meringkus, Ny Ws (43) seorang pencari rosok setelah terlibat pencurian laptop, handphone serta uang di rumah  Rini  Trimiyati (24) warga Bintaran Kulon Piyungan Bantul. Dari tangan warga Sanden Bantul itu  petugas menyita barang bukti hanphone, sepeda ontel serta kronjot. Kini kasus tersebut dikembangkan penyidik untuk mengungkap kasus lain yang mungkin dilakukan tersangka.   

Kapolsek Piyungan Kompol Ispurwanto SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Piyungan Iptu Jamingan SH, Selasa (29/1/2019) mengatakan, kasus pencurian yang dilakukan perempuan berputra tiga terjadi Sabtu 15 Desember 2018. Pagi itu tersangka Ny Ws seperti biasa menjalankan aktivitasnya sebagai pencari rongsokan di daerah Bintaran  Kulon Piyungan Bantul. Nantinya barang bekas hasil memulung atau membeli dari masyarakat dikumpulkan di daerah Tegal Kopen Banguntapan Bantul. Dengan mengayuh sepeda ontel Ny Ws masuk perkampungan di Binataran Kulon Piyungan Bantul.

Selanjutnya perempuan itu  berhenti didepan rumah, sepeda ontel distandarkan dan bergegas masuk halaman sebuah rumah. Tidak hanya itu, Ny Ws tanpa ragu langsung mengetuk pintu beberapa kali, tetapi dari dalam rumah  tidak ada sahutan. Karena pintu sudah terbuka, sementara didalam ruang depan terdapat laptop dan handphone. Tanpa ragu perempuan itu langsung menggasak barang berharga milik korban yang pagi itu sesuai informasi sedang mandi. Barang curian langsung dimasukkan ke dalam kronjot dan Ny Ws bergegas pergi. Setelah sampai di Jembatan Sekar Suli Jalan Wonosari, hasil curian dikeluarkan dari kronjot, nota dan berkas dibuang ke sungai, sementara laptop dan handphone dibawa.

Ispurwanto mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan diketahui jika pelaku merupakan seorang pencari rosok asal Sanden Bantul. “Kami tangkap setelah diselidiki cukup lama, tersangka mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi ada keluarga sakit. Barang bukti dijual di daerah Sanden,” ujarnya. Tersangka dijerat  pasal 262 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara Ny Ws mengatakan, niat melakukan pencurian lantaran ketukan pintu tidak direspons oleh pemiliknya. Sehingga rumah tersebut dianggap tidak ada orangnya, sedang barang berharga  berada di ruang depan.(Roy)

BERITA REKOMENDASI