Rumah Sakit Ditengarai Lakukan Malpraktek

BANTUL (KRjogja.com) – Meninggalnya seorang pasien Ny Sumarsih warga Tulung Pundong  di sebuah Rumah Sakit swasta di Bantul terus menimbulkan polemik. Keluarga menuding sudah terjadi malpraktek yang berujung maut. Ada dugaan perempuan berputra dua yang meninggal Rabu (11/5/2016) akibat kurang tepat dalam penanganan. Kini dugaan malpraktek itu oleh ahli warisnya Ny Yuli Samsidah sudah dilaporkan ke Polda DIY.   

Yuli Samsidah kepada KRjogja.com, Kamis (28/7/2016) di Bantul membeberkan kronologis kematian adiknya tersebut dari sejak masuk rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal.  Kejadian memilukan itu bermula ketika korban diantar Yuli ke RS Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 17.00 dengan keluhan sakit perut atau maag. Setelah sampai dirumah sakit kemudian dilakukan pemeriksaan dan diharuskan rawat inap. "Tujuannya dirawat di ruang VIP agar cepat sembuh, karena pagi harinya harus kerja," ujar Yuli. Selama dalam perawatan tidak ada persoalan dan keanehan.

Kemudian sekitar 08.00, hari Rabu (11/5/2016) korban sempat menghubungi saksi Yuli segera menjemput karena jam 10.00 harus berangkat kerja. Waktu itu kondisi korban juga sudah membaik dan boleh pulang. Setelah itu sekitar pukul  09.15 ahli waris dihubungi agar secepatnya datang ke rumah sakit. Begitu sampai sampai rumah sakit rupanya adiknya sudah meninggal.   

Pihak rumah sakit langsung memasukkan jenazah ke ambulan tanpa dilakukan perawatan terlebih dahulu langsung dibawa ke rumah duka. Mengetahui adiknya meninggal Yuli atau ahli waris bermaksud menyelesaikan administrasi dengan pihak rumah sakit. Namun niat itu dilarang dan tidak disuruh membayar semua biaya perawatan, sang ahli waris langsung pulang.

"Ketika dibuka dari mulut dan hidung keluar busa. Tidak hanya itu saja, bulir keringat juga masih terlihat jelas disekujur badan adik saya, itu diketahui setelah sampai rumah dan dibuka oleh masyarakat," ujar Yuli.

Lebih janggal lagi surat kematian dari rumah sakit juga tidak sebutkan penyebabnya. Padahal ketika masuk rumah sakit waktu itu dengan gejala maag. Bahkan ketika masuk rumah sakit masih bisa jalan sendiri.  Pihaknya minta rumah sakit bertanggung jawab dengan apa yang dialami adiknya itu. "Sekarang bayangkan saja, anaknya dua masih kecil-kecil, korban ini tulang punggung keluarga," ujar Yuli.

Karena tidak ada penyelesaian kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polda DIY. Sejauh ini penyidik Polda DIY juga sudah menyita sejumlah barang bukti terkait dengan kematian korban. Sementara ketika KRjogja.com mencoba minta konfirmasi ke rumah sakit, seorang petugas mengatakan jika jajaran manajemen sudah pulang. (Roy)             

 

BERITA REKOMENDASI