Sadis! Orok Bayi Ditimbun Genteng

BANTUL (KRjogja.com) – Kasus pembuangan orok bayi dengan cara ditimbun genteng  disebuah  bangunan kosong di  bulak Jodog Gilangharjo Pandak Bantul benar-benar orang bergidik.  Bahkan dua pelaku yang tega berbuat keji itu ditengarai masih seusia anak SMP.  Hingga kini polisi terus mengusut kasus pembuangan bayi berkelamin laki-laki tersebut.

Data yang dihimpun KRjogja.com dari tiga saksi yakni, Aura Faladela (19), Yoga Novianto (19) dan Bangun Surya (18) warga Dagen Kadisoro Gilangharjo Pandak Bantul didapat informasi detail dua pelaku membuang bayi malang itu. Aura Faladela kepada KRjogja.com, Jumat (23/9/2016) mengungkap peristiwa memilukan itu terjadi, Kamis (22/9/2016) sekitar pukul 17.00.  Sore itu Aura bersama Yoga dan Bangun nongkrong sekitar 10 meter sisi barat bangunan kosong ditengah sawah tersebut.  

“Ketika kami datang bertiga. Pelaku sudah berada dibangunan kosong itu, satu orang didalam satunnya lagi diluar. Sementara motor Yamaha Vixion AB —XT warna merah didepan menghadap ke timur," .

Merasa curiga, Yoga kemudian menanyakan alasan berada di bangunan kosong bekas lokasi pembuatan nata decoco itu. “Yoga mendatangi kemudian tanya sedang apa, oleh pelaku dijawab sedang makan dan buang air kecil. Kemudian Yoga meninggalkan mereka tanpa rasa curiga,” ujarnya.

Sesaat setelah kepergian Yoga, terlihat dari sisi barat orang didalam bangunan tengok kiri kanan dan melemparkan kresek warna putih ke sawah. Kemudian pelaku memacu motornya ke arah timur. Melihat dua pelaku kabur ketiga saksi masuk ke dalam bangunan.

Saat itu saksi Bangun ingin melihat barang yang dibuang pelaku ke sawah dengan berpijak tumpukan genteng dibawahnya. “Saksi Bangun curiga dibawahnya ada bekas gundukan baru termasuk kresek hitam menyembul dari bawah, kemudian  kresek itu ditarik dan dibuka ternyata isisnya orok bayi,” ujarnya.

Sementara saksi Bangun mengatakan, kresek berisi orok bayi itu ditindih genteng sebelum ditimbun dengan bekas gerjajian kayu. Saksi mengungkapkan, setelah kresek dibuka bayi malang itu dalam posisi telungkup dengan alas tisu. Bahkan didalamnya juga ada terdapat satu strip bungkus obat gastrul metrosol dan satu bungkus susu bendera kemasan saschet. Setelah itu ketiga saksi melakukan pengejaran terhadap dua pelaku pembuang orok bayi itu sampai perempatan Palbapang Bantul namun kehilangan jejak.

“Pembuang itu masih seumuran anak SMP, mereka juga tidak pakai helm. Lokasi yang digunakan untuk menimbun bayi itu dulu dipakai membuat nata de coco,” ujarnya.

Sementara keterangan dr Sri Purwaningsih dari Puskemas Pandak mengatakan, bayi kelamin laki laki, umur sekitar 5-6 bulan, panjang 24cm, ketika ditemukan keadaan masih segar diperkirakan lahir 1 jam sebelum ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK SH mengatakan, pihaknya terus memburu pembuang bayi itu. “Sudah kami lacak tadi malam pasca kejadian, tetapi belum membuahkan hasil,” ujar Anggaito. Pihaknya juga menyisir di wilayah Bantul untuk mengungkap dalang dibalik perbuatan biadab itu. (Roy)

BERITA REKOMENDASI