Saksi Tak Pernah Mendengar Kegaduhan di Kontrakan Terdakwa

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku tak mengetahui permasalahan keluarga yang terjadi dalam rumah tangga pasangan Arnold Dwi Novrianton dan Adina Ersa. Saksi juga menyatakan tak pernah mendengar secara langsung ada keributan berasal dari rumah kontrakan yang ditempati sumi istri ini di Cebongan Lor Tlogoadi Mlati Sleman itu.

“Terus terang kami tidak berani (menanyakan permasalahan keluarga), karena itu urusan mereka (Arnold dan Adina),” kata Risman di hadapan majelis hakim yang dipimpin Suratni SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (28/06/2021).

Saksi yang merupakan dukuh setempat juga tak mengetahui kondisi seperti apa yang terjadi di dalam rumah. Termasuk tidak pernah mendengar adanya suara teriakan maupun tangisan bocah dari dalam. “Saya tidak pernah mendengar kegaduhan di sana,” tambahnya.

Ia mengungkapkan saat mengontrak di Cebongan Lor memang Arnold sempat melaporkan dan memperkenalkan diri kepadanya. Namun itu dilakukan Arnold sendiri tanpa didampingi istri maupun membawa serta anaknya.

Saksi lain yang dihadirkan JPU Lintang SH yakni Sutanto, tetangga pasangan Arnold dan Adina saat mengontrak di Nitikan Umbulharjo Yogyakarta. Sutanto mengaku bertetangga dengan pasangan tersebut sekitar tahun 2010 hingga 2016.

Walau telah pindah kontrakan, namun Sutanto mengungkapkan masih sering berhubungan dengan Arnold. Termasuk saat Arnold meminta tolong Sutanto untuk melihat kondisi anaknya yang tengah bersama Adina.

“Siang sekitar jam 1 ditelphon Pak Arnold. Di mana? Saya jawab di Sleman di Monjali. Ia lalu mengatakan, istri saya keluar rumah di Pegadaian (Mlati), coba dilihat sama siapa,” kata Sutanto menirukan percakapannya dengan Arnold.

Ia lalu berhasil menemukan mobil yang dikemudikan Adina kemudian diikuti hingga ke salah satu toko kosmetik di kawasan Lempuyangan Yogyakarta. “Lalu saya tengok ada anaknya di dalam mobil,” tambahnya.

Mobil kembali bergerak dan setelah diikuti ternyata menuju ke Jogja Tronik. Saat itu Sutanto tak sempat mejumpai Adina keluar mobil, namun beberapa saat kemudian ia melihat ibu seorang anak tersebut memasuki mobil kembali. “Saya dekati ada anaknya sedang makan terus saya ikuti sampai rumah,” terangnya.

Kuasa hukum Adina, Zulfikri Sofyan SH menyatakan kesakaian tadi berbeda dengan apa yang dikatakan saksi dalam sidang sebelumnya. Saksi pertama hari ini yang rumahnya lebih dekat justru tak pernah mendengar adanya keributan apalagi tangisan anak di dalam rumah.

“Ini bertentangan dengan saksi dalam persidangan sebelumnya yang juga sama-sama tetangga. Untuk yang disampaikan saksi kedua tadi banyak keganjilan, apalagi yang disampaikan tentang peristiwa di Jogja Tronik,” ungkapnya.

Sidang yang digelar ini merupakan laporan dari Arnold terhadap Adina atas dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat 1 Undang-undang RI no 23 tahun 2004. Adina didakwa telah melakukan kekerasan dan menelantarkan anak kandungnya sendiri RYA yang masih berusia 3 tahun. (Van)

BERITA REKOMENDASI