Pesinden Sunyahni dan Anaknya Jadi Korban Salah Sasaran Pinjol

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seniman Anik Sunyahni menjadi korban kekerasan di rumahnya, Dusun Keniten Tamanmartani Kalasan Sleman. Aksi bar-bar yang dilakukan sejumlah orang itu, mengakibatkan anaknya, Ade Putra Cahya Utama (28), mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Diduga, peristiwa itu dipicu persoalan utang pinjaman online (pinjol) oleh seseorang yang dulu pernah mengontrak di rumahnya. Kepada wartawan, pesinden yang tetap terlihat cantik di usianya 55 tahun itu menceritakan, peristiwa terjadi Selasa (26/4/2022) sore.
Sekitar pukul 15.30 WIB, datang sekitar sejumlah lelaki mencari seseorang untuk ditagih utang. Korban menjelaskan, orang yang dicari sudah tidak lagi mengontrak di rumahnya dan meminta agar para dept collector (DC) pinjol itu tidak datang lagi.
Karena ditegur, penagih pinjol tersebut justru marah-marah. Mendengar ribut-ribut, anak sulungnya yang tengah tidur di dalam kamar langsung keluar dan terlibat adu argumen dengan penagih pinjol.
“Mendengar saya dimarahi, anak saya terjaga dari tidurnya kemudian keluar kamar. Pelaku saat itu sempat meminta maaf. Tapi setengah jam kemudian mereka datang banyak sekali dan semua membawa sajam. Mereka mengancam mau merusak rumah jika saya tidak keluar menyerahkan diri,” ungkap Sunyahni ditemui di rumahnya, Jumat (29/4/2022).
Sunyahni akhirnya menemui orang-orang tersebut, namun tak disangka, anaknya malah jadi korban penganiayaan. “Anak saya dijotosi sampai parah, kemudian lari ke belakang masih dikejar dan dilempari asbak. Kalau saya tidak lari mungkin juga kena tusuk,” jelasnya.
Ade Putra Cahya Utama menambahkan, sebelum dianiaya, ia sempat menemui ketua gerombolan, tapi terjadi perdebatan hingga berujung penganiayaan.

BERITA REKOMENDASI