Sasar Anak Muda, Bandar Liquid “Gorilla” Diciduk

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Reserse Narkoba Polres Sleman berhasil mengamankan Adt alias Kribo (23) warga Ciledug Tangerang yang tinggal Karangwaru Tegalrejo Kota Yogyakarta. Pasalnya, pemuda satu ini melakukan usaha yang melanggar hukum dengan memperjualbelikan tembakau Gorilla dalam bentuk cair (liquid) dan tembakau siap pakai. 

Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin kepada wartawan Rabu (6/9/2017) mengungkap penangkapan Adt alias Kribo bermula dari ditangkapnya Arn (21) alias Galih atas kasus kekerasan di Polsek Mlati. Saat polisi melakukan pengembangan ternyata Arn mengkonsumsi dan memperjualbelikan tembakau Gorilla dalam campuran ekstrak liquid vapor. 

"Ketika kami lakukan pengembangan dari tersangka Arn ini kita berhasil mendapatkan tersangka Adt yang ternyata merupakan penjual besar tembakau jenis Gorilla dengan sebutan Danesha. Kami amankan tersangka Adt ini bersama barang bukti narkotika golongan 1 yakni 15 botol liquid vapor dan uang hasil penjualan senilai Rp 7 juta serta alat token untuk transaksi online," ungkapnya. 

Dari kedua tersangka ini, polisi juga berhasil mengamankan dua pengguna yakni Aj dan By yang keduanya masih merupakan pelajar SMA. "Sasarannya memang anak-anak muda karena ternyata peredaran narkoba juga telah berubah bentuk menyesuaikan perkembangan jaman. Aj dan By tidak kami tahan karena di bawah umur namun proses hukumnya terus berjalan," sambungnya. 

Kanit II Resnarkoba Polres Sleman Ipda Febrianto menambahkan tersangka Adt mendapatkan liquid tembakau gorilla dari akun instagram dengan harga Rp 2,5-3 juta. "Oleh tersangka ini kemudian dikemas lagi dalam paket kecil dengan harga Rp 300 ribu. Penjualannya juga dilakukan secara online dan tatap muka langsung," terangnya. 

Menurut petugas, liquid gorilla tersebut memiliki efek sama seperti penggunaan tembakau gorilla secara langsung. "Efeknya membuat fly seperti narkotika golongan 1 lainnya jadi memang sangat berbahaya," sambungnya. 

Kini baik Adt dan Arn bersiap menerima konsekuensi atas bisnis haram yang dijalankan. Pasal berlapis yakni 114 ayat 1 junto 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009. 

"Ancamannya maksimal hukuman mati atau paling singkat lima tahun penjara," pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI