Satgas Mafia Pangan Bertindak, Penjual Ayam Tiren Ditangkap

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dua pedagang Pasar Jungke tertangkap tangan menjual bangkai ayam yang telah diolah, Rabu (13/12/2017) pukul 06.30 WIB. Satreskrim Polres Karanganyar menduga keduanya telah tiga tahun berbisnis ayam tiren (mati kemarin).

“Satgas mafia pangan Polres Karanganyar terlebih dulu mengintainya. Saat ada transaksi, langsung ditangkap. Dua penjual diamankan dari pasar tradisional itu, yakni K dan L,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryani Hapsari kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus tentang pangan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karanganyar, Rabu (13/12/2017).

Dua tersangka itu bernama Kasiman (50) asal Karanjowo Rt 01/Rw X Gayamdompo dan Lasmi (57) asal Demangan Rt 01/Rw XIV Tegalgede. Dari lapak jualan Kasiman, polisi menyita 23 bangkai ayam. Berdasarkan pengembangan kasusnya, Kasiman memasok ayam tiren itu ke penjual daging ayam Pasar Jungke, Lasmi. Wanita ini mengolah dagingnya dengan bumbu bacem untuk menyamarkan rupa dan bentuk. Tak hanya daging olahan ayam tiren yang dijual, namun juga jerohan.

“Tersangka K itu memungut ayam-ayam mati yang seharusnya dibuang. Lalu, dia menjual ke L Rp 2 ribu per ekor ukuran kecil dan Rp 5 ribu ukuran besar. Sedangkan daging ayam tiren yang sudah diolah, dijual oleh L dengan harga normal di lapak oprokan. Praktik ini berlangsung sudah tiga tahun. Tentunya, banyak konsumen yang tertipu,” katanya didampingi Kasatreskrim AKP Gede Yoga Sanjaya.

Dalam rilis kasus yang menghadirkan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) ini, seluruh barang bukti berupa bangkai ayam dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kasi Keswan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman mengatakan konsumsi daging ayam tiren merugikan kesehatan. Residu racun dari dalam darah ayam itu masuk ke tubuh konsumen. Penyakit dari ayam tiren dapat berpindah ke manusia saat proses pengolahan makanan.

“Hindari membeli ayam tiren dengan membeli daging segar dan cerah. Tidak ada perdarahan saat daging itu diiris. Bekas penyembelihan juga rapi,” katanya.

Sementara itu tersangka Kasiman mengaku mengambil cuma-cuma bangkai ayam dari kandang ternak wilayah Jumantono. Dari situ, mantan buruh di sebuah rumah makan terkenal ini memasok bangkai ayam hingga sampai 20 ekor ke tersangka Lasmi.

“Susah nyari kerjaan. Lalu diberitahu teman, ada bangkai dibuang. Lalu saya ambil dan tawarkan ke beberapa bakul. Ternyata ada yang tertarik,” katanya.

Adapun barang bukti berupa 23 ekor bangkai ayam, sebuah kantung plastikdan satu unit Yamaha Jupiter Z. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 135 UURI No 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman penjara dua tahun. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI