Sebar Konten Porno Lewat Whatsapp Bisa DiBui

SLEMAN, KRJOGJA.com – Grup aplikasi bertukar pesan seperti Whatsapp banyak digunakan para pemegang gawai di Indonesia. Jenis informasi yang dipertukarkan beragam mulai yang sangat serius hingga hiburan dan candaan yang tak jarang memuat konten pornografi di dalamnya. 

Bagi pemegang gawai yang sering memanfaatkan untuk berkirim konten pornografi siap-siap saja untuk mengurungkan niat berbagi hal negatif pada orang lain. Pasalnya, salah-salah bila lawan berpesan anda tak suka dengan konten yang anda kirim maka bisa melaporkan atas pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE). 

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan pihak kepolisian setidaknya mendapatkan 50 laporan pelanggaran UU ITE setiap bulan. Pornografi menjadi salah satu aspek yang mendominasi pelaporan masyarakat atas undang-undang tersebut. 

“Kami minta masyarakat waspada karena banyak sekali laporan yang masuk ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) terkait UU ITE dan pornografi jadi salah satu yang terbanyak. Kami ingatkan masyarakat bahwa menyebarkan konten pornografi tidak melulu melalui sosial media tapi antar teman atau grup di Whatsapp, kalau ada yang tidak suka dan melapor bisa masuk delik aduan pelanggaran UU ITE,” ungkapnya pada wartawan Kamis (8/2/2018). 

Yuliyanto juga mengingatkan bawasanya hukuman atas pelanggaran tersebut tidak ringan yakni mencapai 12 tahun kurungan penjara. Konten pornografi yang masuk dalam delik aduan menurut Yuliyanto tak hanya foto atau video saja melainkan juga dalam bentuk tulisan. 

“Niatnya main-main atau bercanda tapi bisa berakhir di penjara. Inilah mengapa sekarang kami minta masyarakat cermat dalam menggunakan gawai, berpikir berulang kali saat hendak menyebarkan konten negatif pornografi,” imbuhnya. 

Terakhir dua kasua pornografi yang pelakunya telah resmi menjadi tersangka berhasil diungkap Polsek Depok Barat dan Ditreskrimsus Polda DIY. Para tersangka pun dijerat dengan ancaman UU Pornografi dan UU ITE dengan ancaman hukuman cukup berat. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI