Sekap Pemilik Warung Makan, Perampok Asal Sumsel Ini di-Dor Polisi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polisi akhirnya menangkap seorang yang diduga melakukan perampokan warung makan di Kalasan, Sleman. Pelaku S (18) warga Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa ditembak kakinya oleh polisi karena melawan saat akan ditangkap.

Baca Juga: Tragis, Ibu Penjual Warung Makan Disekap di Kamar Mandi

"Saat akan di tangkap pelaku berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa dilakukan penembakan," kata kapolsek Kalasa, Kompol Iman Santoso kepada wartawan, Kamis (26/09/2019).

Menurutnya, pelaku berhasil ditangkap sekitar empat jam setelah kejadian pencurian dengan kekerasa di warung bebek begal milik korban Ny (45) di Didokerto Purwomartani Kalasan, Rabu kemarin.

"Hasil penyelidikan gabungan dari opsnal Polsek Depok Timur dan Opsnal Polsek Kalasan, mengamankan pelaku di wilayah Bantul. Sedangkan sepeda motor dan tas tersangka di tinggal di daerah Maguwoharjo Sleman," ucapnya.

"Motif pelaku masih kami dalami," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, malang nian nasib wanita inisial NY, warga Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Korban diduga disekap di kamar mandinya oleh orang tak dikenal. Hal tersebut pelaku lakukan untuk melancarkan tindak kejahatannya.

Tidak cukup sampai di situ, pelaku bahkan mengancam akan menusuk leher korban menggunakan gunting jika melawan. Pelaku juga membenturkan kepala korban ke tembok hingga pingsan.

Ketika korban tidak sadarkan diri, pelaku langsung diikat kakinya dengan rafia, tangan dengan kain dan menyumpel mulut korban dengan celana dalam. Korban sadar setelah dua jam pingsan, kemudian minta tolong warga setempat.

Akibat peristiwa tragis tersebut, korban mengalami luka di bagian mulut dan pipi. Pelaku berhasil mengambil barang berharga korban seperti sepeda motor Zuzuki next seharga Rp 2 juta, satu ponsel Rp 1 juta dan uang tunai Rp 300 ribu digondol pelaku dengan total kerugian Rp 3.300.000.

Victorianus Diaz Artanto (55) warga setempat mengatakan, tidak menyangka peristiwa pencurian disertai penganiayaan tersebut terjadi.

Baca Juga: Ajakan Demo 30 September di Yogya, Viral

Dijelaskannya, korban mempunyai sebuah warung makan, sebelum kejadian, kondisi sekitar masih banyak peduduk yang lalu lalang, bahkan lalu lintas juga masih sangat ramai.

"Kejadian pada Selasa 25 September (semalam) sekitar pukul 20.00 WIB," kata Diaz penjual nasi goreng yang mangkal di depan warung makan korban saat ditemui di lokasi, Rabu (25/09/2019) sore.

Diaz mengaku, memang sempat melihat pelaku keluar masuk warung makan korban, namun demikian, tidak menaruh rasa kecurigaan. Bahkan dari gerak gerik si pelaku, malah dikira suami korban.

"Saya tidak melihat wajah pelaku karena lampu sudah dimatikan. Pelaku juga sempat memasukan kursi yang ada di luar," ucapnya.

Diaz menyayangkan tak mengetahui bahwa korban mengalami hal tragis tersebut. Setelah korban berhasil meloloskan ikatan kakinya dan keluar dari warung makan, saat itulah peristiwa tersebut terungkap.

Kepada Diaz, Ny mengaku sebelum disekap pelaku datang ke warung berjalan kaki dan berbincang seperti biasa. Tak lama kemudian pelaku melakukan penyerangan tersebut. 

"Korbankan ibu-ibu, pasti kalah kuat, korban tidak bisa berkutik saat pelaku mengancam akan menusuk leher dengan gunting. Hingga akhirnya korban disekap," jelas Korban kepada Diaz.

Atas kejadian tersebut korban langsung melapor ke Mapolsek Kalasan. Setelah mendapat laporan itu petugas lantas melakukan olah tempat kejadian perkara dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kalasan Iptu Sutarno. (Ive)

BERITA REKOMENDASI