Seorang Terduga Teroris Ditangkap di Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – HAS (22) Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Jembatan Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo, Selasa (24/10/2017). Usai penangkapan petugas langsung melakukan penggeledahan ditempat tinggal HAS di Ruko Safira Regency di Jalan Dukuh Pabrik RT 1 RW 1 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Belum diketahui jelas terduga teroris berasal dari jaringan mana dan terlibat aksi apa.

Seorang penjual ayam dan bebek goreng di Ruko Safira Regency di Jalan Dukuh, Totok ditemui di lokasi mengatakan ruko tempat usahanya nomor A6 tepat bersebelahan dengan dua blok ruko yang ditempati HAS nomor A7-A8. Sekitar pukul 12.30 saat dirinya berjualan mendadak datang rombongan polisi, mereka mengenakan penutup kepala dan tidak banyak berkata langsung memasang policeline dan masuk ke dalam dua blok ruko yang ditempati HAS untuk melakukan penggeledahan.

Selain polisi juga nampak terlihat petugas dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban dan tokoh masyarakat. “Kabarnya HAS ditangkap polisi di Jembatan Mojo, Semanggi, Solo sekitar pukul 10.00 saat dalam perjalanan dan kemudian dibawa ke ruko,” ujar Totok.

Saat dilakukan penggeledahan membuat masyarakat sekitar penasaran dan berusaha mendekat. Keberadaaan banyak polisi membuat warga tidak dapat melihat dari dekat. “Warga diminta menjauh. Polisinya bilang ada penggeledahan ruko tempat terduga teroris,” lanjutnya.

Totok mengaku selama berjualan di ruko sangat jarang bersosialisasi dengan HAS. “Tidak pernah mengobrol, HAS kalaupun keluar pasti langsung masuk lagi. Pernah mampir ke warung saya hanya sekedar beli minuman es atau makanan saja tanpa banyak bicara,” lanjutnya.

Penggeledahan di dalam ruko diperkirakan selama satu jam dan petugas keluar dengan membawa sejumlah barang. “Sekilas saya melihat ada buku dan bendera. Tapi itu apa saya tidak tahu,” lanjutnya.

Sementara itu dari informasi yang berkembang sejumlah barang bukti yang diamankan petugas seperti busur panah, anak panah, pisau lipat, tiga buah plat kendaraan, buku, bendera, laptop, handphone dan lainnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, memang benar ada penangkapan satu orang terduga teroris di Wirun, Mojolaban atas nama HAS. Namun, Kapolres menegaskan berkaitan dengan penangkapan sepenuhnya menjadi kewenangan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

“Polres Sukoharjo hanya membantu pengamanan dilokasi. Soal penangkapan terduga teroris mutlak kewenangan Densus 88,” ujar AKBP Iwan Saktiadi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI