Sidang Penghinaan Ketum Apkomindo, JPU Tegaskan Dakwaan Sudah Jelas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta kembali menggelar sidang kasus penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap terhadap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir Soegiharto Santoso alias Hoky dengan terdakwa seorang pengusaha berinsial SS, Selasa (17/03/2020). Agenda sidang kali ini yakni mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi penasihat hukum terdakwa.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Lilik Nuraini SH, JPU Fora Noenoehitoe SH menyatakan tidak sependapat dengan apa yang disampaikan penasehat hukum terdakwa dalam eksepsinya. Menurut Fora Noenoehitoe, UU ITE tidak mengenal asas teritorial.

”Kami tidak sependapat dengan eksepsi penasihat hukum terdakwa yang menyatakan pengadilan tidak berwenang mengadili perkara ini,” tegas Fora Noenoehitoe.

Ia juga menyatakan, dakwaan yang dibuat sudah jelas dan tidak kabur. JPU menilai terdakwa telah melakukan perbuatan penghinaan dan pecemaran nama baik dengan turut berkomentar nenanggapi tulisan dari FI, terdakwa dalam perkara terpisah di akun Facebook Apkomindo.

“Menolak eksepsi dari penasehat hukum yang telah dibacakan dalam persidangan tanggal 10 Maret 2020,” tegasnya.

Oleh karena itu Fora Noenoehitoe berharap majelis hakim menerima tanggapan dan menyatakan dakwaan sah menurut hukum. Ia juga meminta majelis hakim dalam putusan sela untuk menjatuhkan putusan menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa.

Kasus ini bermula pada 2017 silam saat terdakwa memberikan komentar menanggapi tulisan FI di akun Facebook Apkomindo. Dalam komentar tersebut, SS salah satunya menuliskan kata ‘Kutu Kupret’.

Meruntut dari komentar sebelumnya, Soegiharto Santoso berkeyakinan sebutan ‘Kutu Kupret’ itu ditujukan kepada dirinya. Tak terima dengan perbuatan tersebut, akhirnya Soegiharto Santoso melaporkan FI dan SS ke Polda DIY. (Van)

BERITA TERKAIT