Sindikat Narkoba Manfaatkan Kalangan Pelajar

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Kepolisian masih melakukan pendalaman atas kasus penyelundupan 1 gram narkoga jenis sabu yang dilakukan dua pelajar SMA ke dalam rutan Boyolali pada Rabu (24/08/2016) kemarin. Ada kemungkinan sindikat narkoba memanfaatkan anak-anak usia pelajar untuk peredaran narkoba.

Kapolres Boyolali, AKBP M Agung Suyono menjelaskan, ‎pihaknya masih memeriksa kedua pelajar, yakni KAS (17) warga Kecamatan Ampel, dan BRS (17), warga Kecamatan Boyolali Kota dan sampai saat ini keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun dari keterangan keduanya serta hasil tes urine, mereka juga positif mengkonsumsi narkoba. Untuk kasus ini pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Karena kasus ini melibatkan anak-anak di bawa umur, kita masih menunggu pendapat BNN serta menunggu hasil penyidikan apakah mereka hanya kurir, pemakai, atau malah termasuk pengedar. Setelah itu baru kita tetapkan statusnya termasuk pasal yang akan dikenakan," kata Agung Suyono di mapolres setempat, Kamis (25/08/2016).

‎Meski masih dibawah umur, namun untuk kasus narkoba keduanya tetap akan dikenakan pasal UU narkotika. Namun mengacu pada UU Perlindungan Anak, nantinya mereka tak akan ditahan setelah proses pemeriksaan yang berlangsung 3 x 24 jam dan dapat diperpanjang 3 x 24 jam lagi sebelum penetapan status.

(‎Baca juga : Dua Pelajar SMA Selundupkan Narkoba ke Rutan)

Untuk kasus narkoba yang melibatkan pelajar ini, polisi akan menggandeng Polda untuk membongkar sindikatnya, termasuk melakukan pendalaman tentang kemungkinan peredaran narkoba di rutan. Ditegaskan Kapolres, pihaknya akan memeriksa seluruh pihak yang terlibat, termasuk Yusuf Eko, tahanan narkoba ‎yang diketahui membeli narkoba tersebut.

Saat ini, Yusuf Eko ditahan dan masih dalam proses persidangan atas kepemilikan 2 gram narkoba. Meski di dalam rutan, Eko bisa membeli narkoba karena berdasar informasi, ia mempunyai alat komunikasi berupa handphone di dalam penjara.

K‎apolres tak memungkiri, terungkapnya kasus tersebut menjadi tanda bahwa peredaran narkoba sudah menjangkau kalangan pelajar. Ada juga kemungkinan sindikat memanfaatkan pelajar dalam dunia hitam. Selain tak mencurigakan, konsekuensi hukum terhadap anak-anak di bawah umur juga lebih ringan dibanding orang dewasa. Namun ia menegaskan, wilayah Boyolali tak rawan narkoba dan hanya menjadi wilayah perlintasan saja. ‎(M-9)‎

BERITA REKOMENDASI