Sindikat Pemalsu Surat Hasil Rapid Test Diringkus

Editor: Agus Sigit

Saat itu, tersangka menyuruh korban untuk menunggu di luar kantor percetakan itu. Beberapa saat setelah tersangka berada di dalam kantor percetakan itu keluar dan menemui korban yang menunggu di luar. Kemudian tersangka menyerahkan selembar kertas yang katanya surat keterangan anti SARS Cov-2 antibody non reaktif dan meminta korban untuk menyerahkan uang senilai Rp 200 ribu seperti yang disepakati semula.

Setelah menyerahkan uang tersebut, korban merasa curiga karena surat keterangan anti SARS Cov-2 antibody non reaktif diperoleh tanpa melalui rapid test. Sehingga korban melaporkan hal tersebut ke salah satu sekuriti pabrik geula rafinasi itu. Pengaduan tersebut diteruskan ke Polsek Pelabuhan dan Polsek Cilacap Selatan. Sehingga tim gabungan Polsek Cilacap Selatan dan Polres Cilacap turun tangan.

“Dari hasil penyelidikan itu terungkap, terjadi pemalsuan surat keterangan tes covid 19, yang diduga dilakukan tersangka RST alias Nonos, yang bekerja sama dengan buruh suatu percetakan tersangka AP alias Agung,”lanjutnya. Dari pengakuan para tersangka,

mereka mengaku telah menerbitkan surat keterangan palsu hasil rapit covid 19 lebih dari 30 kali, selama Pebruari hingga Maret 2021. “Jadi tindak kejahatan mereka, melakukan perbuatan pemalsuan surat keterangan Rapid Test covid 19, yang kemudian dijual kepada sopir truk untuk syarat masuk pabrik gula rafinasi tersebut,” tambahnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 263 KUHP Jo Pasal 268 KUHP, tentang membuat surat palsu atau memalsukan surat atau membuat surat keterangan palsu atau memalsukan surat keterangan dokter tentang adanya atau tidak adanya suatu penyakit.(Otu)

BERITA REKOMENDASI