Sindikat Pencuri Spesialis Tempat Penginapan Diciduk Polisi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polda DIY mengungkap sindikat pencuri spesialis tempat penginapan. Empat orang diamankan, dua di antaranya ditembak kakinya karena melawan petugas saat akan ditangkap.

"Beberapa waktu yang lalu, bersama kanit Polsek Depok Timur, berhasil mengamankan empat orang kasus pencurian. Setalah didalami mereka menyasar ke beberapa tempat khususnya penginapan seperti hotel," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Selasa (06/08/19).

Terungkapnya kasus ini bermula ketika korban yang juga seorang jaksa mengaku kehilangan tasnya saat sarapan di sebuah hotel berbintang lima yang berada di Jalan Adisucipto Yogyakarta, 7 Juli lalu. Korban melapor ke polisi hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian berhasil menangkap para pelaku pada pekan lalu.

"Yang pertama termonitor dilaporkan dari kejaksaan atau sebagai korban pencurian. Korban menginap di hotel, pada saat sarapan pagi, membawa tas lalu ditinggal untuk mengambil sesuatu. Setelah lengah mereka langsung melancarkan aksinya," kata Utomo 

Menurutnya, mereka mengincar barang berharga dari para tamu khususnya tas. Mereka beraksi saat sarapan pagi. Para pelaku memiliki tugas masing-masing ada pensurvei hingga eksekutor.

"Mereka ini sudah lihai memetakan calon-calon korban. Ketika sudah dipastikan, dia memberi tahu rekannya yang ada di luar. Kemudian pelaku yang semula diluar ini langsung masuk ke dalam dan beraksi," jelasnya.

Dari penyelidikan, mereka ini komplotan atau sindikat yang datang ke Yogyakarta. Diketahui ternyata mereka sudah beraksi di beberapa tempat penginapan di Yogya bahkan di Jakarta.

Empat tersangka yang sudah berhasil diamankan terdiri dari K (30), Ka ( 29) , J (30), H (52). Utomo menyebut mereka bukan warga DIY.

Utomo berpesan kepada pengelola baik hotel, wisma, penginapan, untuk memasang CCTV dengan ukuran fixel yang besar. Hal itu berguna untuk memantau para tamu sekaligus kepentingan hotel. 

"Mengimbau, bahwa pemasangan cctv jangan asal dipasang. Fixelnya harus diperbesar. Kejadian seperti ini biasanya tidak ada saksi. Pun orang yang berada di tempat kejadian tidak akan beranggapan itu adalah pencuri. Maka sulit bagi kami melacak," ungkapnya. 

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian mengamankan satu buah tas warna hitam, satu unit mobil merk Suzuki Ertiga warna putih Nopol B-1030-KYI sebagai sarana oprasional mereka.

Terhadap keempat tersangka dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3,5 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Ive) 

BERITA REKOMENDASI