Siswa SD Konsumsi Obat Penenang

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Peredaran obat terlarang rupanya sudah masuk di lingkungan sekolah dasar (SD) Mutihan Banguntapan Bantul, Selasa (20/02/2018). Salah satu orang siswa bahkan harus dirawat di UGD Puskemas Banguntapan setelah kondisinya lemas. Hingga kini kasus tersebut dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi mengatakan sebelum siswa atas nama Rico masuk  puskemas, bersama tiga rekannnya mengonsumi obat riklona yang dibawa oleh salah satu siswanya. Pil tersebut sengaja dibawa oleh seorang siswa yang sebelumnya didapat dari depan swalayan di daerah Pakualaman Yogyakarta.

“Pil itu didapat salah satu siswa di depan swalayan dua hari lalu. Setelah itu Selasa (20/02/2018) dua butir dibawa ke sekolah dan digerus  sebelum dikonsumsi oleh empat siswa. Satu siswa masuk rumah sakit, tiga lainnya tidak apa-apa,” ujar Suhadi ditemui di SD Mutihan.

Kasus tersebut bermula ketika ada laporan bahwa ada tiga siswa murid kelas 3 yakni Ridwan, Rico, dan Zaki tidak berada di kelas. Kemudia guru agama itu melakukan pencarian terhadap anak didiknya itu.

Setelah dicari tiga siswa tersebut berada di kebun depan sekolah. Kemudian ketiga siswa itu dipanggil untuk segera kembali ke dalam sekolah, namun ketika memasuki pintu gerbang sekolah Rico berlari sempoyangan dan kemudian jatuh tersungkur di halaman sekolah, siswa ini lali dibawa ke ruang UKS.

Dijelaskan, pil tersebut ketika ditemukan oleh salah satu murid jumlahnya tidak hanya dua. Tetapi sisanya dibuang ke selokan tidak jauh dari sekolah.  Namun setelah dicari pil tersebut sudah tidak ada.

Setelah dicek oleh dokter, pil tersebut punya efek cepat mengantuk. “Kata dokter tadi pil ini punya efek mengantuk, tidak ada dampak lainnya,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI