Siswa SMK Tendang Pemotor Hingga Tewas

BANTUL, KRJOGJA.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bantul Polda DIY mengungkap kasus kejahatan jalanan 'Klithih' di Jalan Imogiri-Siluk, Kebonagung, Imogiri Bantul yang terjadi Sabtu 14 Desember 2019. Dalam kasus tersebut Fatur Nizar Rakadio (17), siswa SMK 2 Depok Sleman  warga Jalan Menteri Supeno Yogyakarta yang tinggal di Dusun Ponggok RT 03 Desa Trimulyo Jetis Bantul tewas. 

Polisi saat ini sudah menetapkan 1 tersangka yakni Aps (18) warga Botokenceng Wirokerten Banguntapan Bantul. Sementara 11 komplotan tersangka hingga kini masih dalam pemeriksaan penyidik. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti sejumlah sepeda motor, helm dan bungkus cat.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono SIK didampingi Kasat  Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya SIK dan Kasubag Humas Polres Bantul, AKP Sulistiyaningsih, Selasa (14/1/2020) mengatakan, peristiwa memilukan bermula ketika korban dan rekannya pulang rekreasi dari Gunungkidul mengendarai sepeda motor. Ketika melintasi jalur Panggang-Siluk, korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang mengendarai motor matic dan melemparkan cat.

Setelah itu, komplotan perusuh dengan sejumlah putar balik dan mengejar rombongan korban. Setelah sampai dilokasi kejadian tepatnya di depan Toko Besi Sri Gading Kebonagung korban yang mengendarai  SPM Yamaha R.15 ditendang pelaku hingga tersungkur jatuh.

Korban dibawa ke RS Nur Hidayah kemudian di RS Bethesda. Namun karena lukanya parah dibawa ke RS Sardjito. Setelah 27 hari di rawat di rumah sakit korban meninggal dunia.  Setelah peristiwa itu, Resmob Polres Bantul dipimpin Iptu Supriyadi SH melakukan penyelidikan di lapangan dengan olah TKP kemudian juga menganalisa CCTV sekitar lokasi kejadian. Dari penyelidikan itu pada 10 Januari 2020 berhasil mengamankan komplotan tersangka. “Rombongan berjumlah 12 orang kemudian 1 orang sebagai tersangka,” ujarnya. 

Tersangka menendang sepeda motor korban hingga korban jatuh terluka dan akhirnya meninggal dunia. Sedangkan 11 orang yang juga diamankan masih diperiksa sebagai saksi.

Sementara motif dari kasus tersebut menyerang orang secara acak. Dengan membawa cat yang dikemas di kantong plastik dengan tujuan untuk dilempar pada rombongan yang berpapasan. “Penganiayaan yang mengakibatkan kematian orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,” jelasnya. Terkait dengan kelompok genk, dalam kelompok tersebut mengatasnamakan grup WhatsApp ‘Sedulur’.

Sementara ibu korban Ny Widiastuti minta kepada tersangka dihukum seberat  beratnya.  Karena perbuatan tersangka  sangat tidak berperikemanusiaan. “Saya tidak terima dengan apa yang dialami anak saya. Nyawa harus dibayar dengan nyawa,” ujarnya.  Sedang tersangka Aps menendang mengenai stang hingga korban terjatuh. Tersangka merupakan salah satu siswa SMK di Bantul.(Roy)

BERITA REKOMENDASI