Sodomi Anak Tetangga, Pria Gay Diringkus Polisi

CILACAP, KRJOGJA.com – AAP (38) warga Jalan Rajiman RT 04 RW 05 Kelurahan Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, harus mendekam di kamar tahanan Polres Cilacap, karena diduga menyodomi sejumlah anak SD dan TK yang masih tetangganya.
 
"Kasus itu terungkap berawal dari laporan orang tua korban kakak beradik AN dan BN, yang menyatakan anaknya dicabuli tersangka AAP," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto didampingi Kasat Reskrim AKP Onko Gradiarso Sukahar, Kamis (15/08/2019). 

Menurutnya, kasus itu terungkap berawal dari kecurigaan orang tua korban, karena dua korban itu kakak beradik AN dan BN perilakunya tidak seperti biasanya, Korban sering tiduran deng tengkurap,  kemudian menggesek-gesekan alat vitalnya. 

"Sehingga orang tua korban menanyakan kepada anaknya apa yang terjadi pada dia," lanjutnya. 

Setelah mendapatkan pengakuan dari anaknya, jika kedua anaknya menjadi korban pencabulan tersangka tetangganya, orang tua kedua korban langsung melaporkan kasusnya ke Polres Cilacap. Dikarenakan, tersangka jelas identitasnya dan masih tetangga korban, sehingga dengan mudah ditangkap. 

Kepada petugas, tersangka mengakui telah menyodomi dua korban sampai 20 kali selama tiga bulan. Dengan cara mengiming-imingi korban membelikan jajanan, mengajak bermain Tamiya dan  bermain game di hand phone milik tersangka. Di saat bermain game itulah, korban dicabuli hingga disodomi. Tersangka AAP juga mengaku dirinya itu gay, dan pernah juga menjadi korban sodomi. 

Sedang sejumlah barang bukti yang diamankan, diantaranya,  tiga potong kaos lengan pendek warna hitam, sepotong celana kolor warna hitam merah, sepotong celana kolor warna abu abu, sebungkus minyak goreng ukuran 220 ml, sebuah handphone warna putih dan hitam dan  putih sepotong celana panjang kolor warna merah. 

Adapun tindak pidana yang  disangkakan, AAP melakukan perbuatan cabul atau membiarkan terjadinya tindakan cabul dengan seorang anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerlntah pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016  pembahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 E di pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 ( Iima ) tahun dan pating lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (Otu) 

BERITA REKOMENDASI