Sri ‘Ngendat’ Tingalkan Surat Wasiat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sri Mulyanto (54) warga Dukuh Turi, Desa Cemani, Kecamatan Grogol ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Diduga Sri Mulyanto mengakhiri hidup karena sakit yang lama diderita tidak kunjung sembuh.

Kasubag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto mengatakan, Sri Mulyanto kali pertama diketahui tewas gantung diri oleh saksi Amalia (40) warga Solo yang kos di Dukuh Turi, Desa Cemani, Kecamatan Grogol sekitar pukul 06.30 WIB.

Kronologis bermula saat Amalia tidak melihat Sri Mulyanto pagi hari saat aktifitas seperti biasa. Amalia kemudian bermaksud mengantar sarapan kepada Sri Mulyanto dengan mendatangi rumahnya. Saat pintu diketuk tidak ada tanggapan, Amalia kemudian membuka pintu dan melihat Sri Mulyanto sudah dalam kondisi gantung diri.

Melihat kejadian tersebut Amalia kemudian berteriak dan mengundang perhatian masyarakat sekitar. Beberapa orang warga kemudian datang dan melihat kondisi. Selang tidak lama polisi datang dan melakukan evakuasi. “Hasil pemeriksaan diketahui tidak ada tanda penganiayaan,” ujar Joko Sugiyanto.

Hasil pemeriksaan juga diketahui ada bekas jerat tali di leher di tubuh Sri Mulyanto. Polisi sudah menyerahkan jenasah Sri Mulyanto kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Dari keterangan saksi diketahui Sri Mulyanto menderita sakit lama dan tidak kunjung sembuh,” lanjutnya.

Alasan sakit juga pernah diutarakan Sri Mulyanto kepada saksi Amalia beberapa hari sebelum ditemukan tewas gantung diri. Dari hasil pemeriksaan petugas menemukan secarik kertas yang diduga ditulis oleh Sri Mulyanto bertuliskan ‘Uang yang Didompet Buat Biaya Ngubur Rp 1.400, Yanto. Gak Usah Lapor Polisi’. (Mam)

BERITA REKOMENDASI