SU Remas Payudara Karena Stres

YOGYA, KRJOGJA.com – US (28) pelaku tindakan asusila pemerasan payudara perempuan dengan korban Puj (19) mengaku sedang stres. Cintanya terhalang jarak yang jauh.

"Lagi suka sama seseorang tapi posisinya jauh," kata US saat dimintai keterangan Kapolsekta Kraton, Kompol Etty Haryanti di ruang kerjanya, Rabu (17/07/2019).

US mengaku ingin menikahi wanita pujaanya. Namun karena jarak yang jauh, orang tua US tidak mengizinkan dengan alasan tidak mampu dan berumur. Karena kesal dengan jawaban keluarga, US marah sehingga mempengaruhi kerjaanya sebagai penjual cilok dan kejiwaanya.

"Saya mau nikah sama dia (wanitanya). Tapi orang tua tidak mengizinkan karena jauh suruh cari yang dekat soalnya sudah tua sudah tidak mampu kesana," jelasnya.

Menurut US, saat itu perasaanya sedang tidak karuan. Akhirnya dia memutuskan berjalan keluar untuk mencari hiburan tepatnya berada di Jalan Ngasem Yogyakarta selatan Gapura Ngasem. Disitulah pelaku berjumpa dengan korban.

"Ada dia lewat (korban), saya lihat bagus (payudaranya). Bukan karena wajahnya tapi payudaranya. Biarpun pake jilban kelihatan dari samping," terangnya.

Karena suka dengan bagian itu, pelaku melancarkan aksinya dengan memegang lalu meremas payudara korban selama kurang lebih tiga detik.

Atas peristiwa tersebut, pelaku dikenakan pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila dengan ancaman penjara selama 2 tahun. Karena ancaman kurungan penjaranya dibawah 4 tahun maka tidak dilakukan penahanan. Namun proses hukum tetap berjalan dan penyidikan terus dilakukan. (Ive)

BERITA REKOMENDASI