Suami PSK Primadona Bong Suwung Cemburu Main Ancam

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dibakar api cemburu, Yam (29) alias Cecep yang tinggal di kawasan Giwangan Umbulharjo nekat hendak membunuh istrinya Fit (21), Senin (03/09/2017). Cecep sakit hati dan tak suka jika istrinya yang bekerja sebagai PSK di kawasan Bong Suwung itu jadi primadona dan sering kencan serta ditiduri pria-pria hidung belang. Dengan pisau sangkur pelaku mengancam akan menghabisi istrinya itu namun Fit berhasil lari dan menyelamatlan diri.

Fit sejak beberapa bulan lalu menjadi wanita penghibur di komplek prostitusi tersebut. Ia bisa masuk ke dunia esek-esek juga atas persetujuan sang suami. Wanita yang masih nampak cantik dan seksi walau telah beranak dua ini langsung jadi kembang incaran lelaki pemuja kenikmatan.

Namun belakangan Cecep mulai cemburu. Larisnya sang istri tak lantas membuatnya senang, namun justru menjadikannya 'makan hati'. Cecep tak suka melihat Fit sering melayani tamu dan memenuhi hasrat para pria selain dirinya.

"Akhir-akhir ini tersangka merasa cemburu terhadap korban. Karena sering cek-cok kemudian korban menginginkan cerai, sejak itulah tersangka mulai sering mengancam," ungkap Kapolsekta Gedongtengen, Kompol Partono di ruang kerjanya.

Puncaknya terjadi dini hari tadi. Dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) Cecep mendatangi kawasan Bong Suwung tempat istrinya biasa mangkal. Setelah bertemu, pria ini langsung meminta istrinya untuk pulang namun korban bersikeras tidak mau.

Kesal dengan jawaban sang istri membuat Cecep emosi lalu ia mengeluarkan sangkur dari balik bajunya seraya mengancam hendak membunuh korban. Fit yang ketakutan akhirnya menuruti permintaan suaminya itu, ia lalu berpura-pura masuk kamar untuk mengambil tas miliknya dan saat pelaku lengah ia melarikam diri.

Korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada seorang warga dan kejadian itu segera dilaporkan kepada Polisi. Petugas yang mendapat informasi itu langsung menuju lokasi dan membekuk tersangka berikut senjata tajam (sajam) yang dibawanya.

Partono menegaskan, walau belum melukai namun apa yang dilakukan tersangka mengancam korban dengan menggunakan sajam tetap tak bisa dibenarkan. Kepemilikan pisau yang dipunyai pelaku juga dianggap melanggar Undang-undang Darurat no 12 tahun 1951 tentang sajam sehingga dapat menjerat tersangka dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara. (Van)

BERITA REKOMENDASI