Tabrak Ojek Online, Sopir Avanza Ditangkap

SLEMAN, KRJOGJA.com – LT (23) warga Sawahan Kidul Wedomartani Ngemplak Senin (08/01/2018) terpaksa ditahan di Mapolres Sleman. Setelah sempat melarikan diri karena panik, LT yang merupakan sopir mobil minibus Avanza penabrak pengendara ojek online hingga tewas Sabtu (6/1/2018) lalu berhasil ditangkap pihak kepolisian. 

Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama mengatakan penangkapan LT dilakukan setelah mendapat informasi masyarakat dan mengecek CCTV di lokasi kejadian yang berada di Jalan Kaliurang Km 12 Candikarang, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman. 

Menurut Kasat, LT yang kini telah berstatus tersangka diketahui menabrak pengemudi ojek online yang sedang membawa penumpang hingga tewas. "Kami tangkap LT Minggu (7/1/2018) pukul 22.00 WIB kemarin di rumahnya tanpa perlawanan. Kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang alamat pengemudi mobil yang berada di Sawahan Kidul Wedomartani Ngemplak,” ungkapnya ditemui wartawan di Mapolres Sleman. 

Kasat menjelaskan sesuai pengakuan tersangka, saat kejadian mobil melaju dari selatan ke utara untuk menjemput seorang teman yang berada di Kaliurang. Namun, belum sampai lokasi penjemputan, mobil yang dikendarai tersangka menabrak pengemudi ojek online hingga terlindas dan meninggal dunia di rumah sakit. 

“Tersangka berdalih panik karena menabrak orang hingga akhirnya melarikan diri dan dia mengaku tidak ingat betul bagaimana kecelakaan bisa terjadi. Tahu-tahu dia sudah menabrak motor lain hingga kemudian pengendara motor terlindas mobil hingga akhirnya meninggal saat perawatan di rumah sakit,” sambungnya. 

Kanit Laka Satlantas Polres Sleman Iptu Eryda Kusuma menambahkan saat ini tersangka LT telah ditahan di Mapolres Sleman bersama barang bukti mobil Avanza yang digunakan. Hukuman kurungan enam tahun pun menanti jika pengadilan memutuskan sesuai UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009. 

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 310 ayat (3) dan (4) pasal 312 Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ungkap Eryda. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI