Tagih Utang, Debt Collector Borgol Warga

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang ibu rumah tangga berikut anaknya yang masih balita menjadi korban kekerasan penagih utang. Sang ibu digampar di hadapan putrinya dalam keadaan diborgol oleh dua orang pelaku.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dalam gelar barang bukti kasus kekerasan di Mapolres, Selasa (11/07/2017) mengatakan perkara itu dipicu utang piutang antara korban asal Titang Rt 02/Rw VII Tegalgede, Karanganyar Kota, Sri Lestari (34) dengan pelaku asal Kepuh Rt 02/Rw VIII Desa Sringin, Jumapolo, Supini (44).

“S (Supini) menghubungi SL (Sri Lestari) untuk keperluan menagih utang. Mereka bertemu di jalan Pasar Tegalgede pada 3 Juli 2017. Khawatir SL bakal mengemplang, S lalu memborgol tangannya. Ia juga menghubungi G (Gatut) untuk membantunya menagih. G kemudian datang dan melakukan kekerasan fisik ke kepala SL dengan kepalan tangan,” kata Kapolres.

Tak berhenti sampai di situ. Dua pelaku membawa korban ke rumah keluarganya untuk memaksanya melunasi utang. Meski Sri dalam keadaan terborgol, keluarga tak mau ambil pusing. Negosiasi masih berlanjut ke sebuah rumah makan tempat kerja Supini.

Saat dua pelaku lengah, Sri berhasil kabur. Dengan masih menggendong anaknya, ia mengadu ke Mapolres Karanganyar. “Korban itu keadaan tangannya terborgol. Minta petugas melepaskannya, sekalian melapor,” katanya.

Menurut keterangan Supini, korban berulangkali meminjam uang hingga totalnya Rp 7 juta lebih. Giliran ditagih, Sri selalu mengelak. Supini pernah dijanjikan uangnya bakal dilipatgandakan.

“Sama sekali belum ada yang diangsur. Sempat minta nomor rekening saya, katanya mau dikembalikan Rp 20 juta. Setelah itu sulit dihubungi. Dicari juga menghindar,” katanya.

Saat berhasil menghubungi Sri, Supini menyiapkan rencana agar membuatnya jera. Ia mengambil borgol pemilik indekos yang kebetulan tertinggal. Selain itu, ia menghubungi seorang debt collector asal Ngrawoh Rt 03/Rw XV Tegalgede, Gatut (40) untuk memaksa korban membayar utang.

“Saya tampar karena emosi. Saya juga bilang ke anaknya, jangan ikut-ikutan ibumu. Dia orang jahat,” kata Gatut.

Menurut pengakuan Gatut, ia bermaksud memberi pinjaman yang bisa dipakai melunasi utang Sri ke Supini. Dalam pertemuan Sri dengan Supini, ia sekaligus ingin hal itu diperjelas.

Dua pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) ke 1e atau 351 ayat 1 atau 335 ayat (1) ke 1e KUHP tentang Kekerasan dan dijerat pasal perlindungan anak terkait trauma anak korban. Adapun barang bukti berupa sebuah borgol berikut kuncinya, 1 unit sepeda motor milik Gatut nopol Yamaha Mio Soul AD 3368 AEF dan hasil visum luka korban. (R-10)

BERITA REKOMENDASI