Tak Berkutik, Komplotan Penggendam Diciduk Resmob Polrestabes Semarang

Dalam melakukan aksinya, kata Indra, para pelaku mengaku sebagai orang pintar ini merupakan tipu muslihat saja. Dengan dalih minta sumbangan, kedua korban yang sudah terhipnotis secara tidak sadar menyerahkan ATM kepada pelaku. Oleh pelaku ATM korban kemudian ditukar dengam ATM palsu yang sudah disiapkan pelaku.

Kedua korban gendam, Cahyani Wulandari (40) dan Fauziah Nurfiqih (25) menjelaskan dirinya baru tersadar telah terkena hipnotis setelah tib di rumah. Saat mendapat laporan SMS dan M-Bangking, uangnya sebesar Rp 38,5 dan Rp 50 juta sudah diambil pelaku melalui transfer dan tarik tunai.

“Pada mulanya saya merasa iba saat mereka meminta bantuan untuk sumbangan dan saat itu dipikiran saya mereka orang “pintar” dengan mengetahui penyakit,” ujar Cahyani yang diamini Fauziah.

BERITA REKOMENDASI