Tangani 1.549 Kasus, Klithih dan Molotov Menonjol di Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com – Selama Tahun 2019, jumlah tindak pidana yang dilaporkan di Polres Sleman Polda DIY sebanyak 1.549 kasus. Dari angka tersebut, Polres Sleman berhasil mengungkap atau menyelesaikan 1.044 kasus. 

Dari keseluruhan kasus yang dilaporkan, sebanyak 419 perkara dianggap menonjol dengan penyelesaian perkara sebanyak 211 kasus. Beberapa kasus yang dianggap menonjol, antara lain aksi klithih di beberapa wilayah di Sleman dan 5 kasus pelemparan molotov di Gamping.

"Selama Tahun 2019 ada 13 kasus klithih, terungkap baru 8 kasus dan kita masih utang 5 kasus. Kasus menonjol lainnya adalah molotov di Gamping, dari catatan kami ada sekitar 5 kasus dan belum ada yang terungkap," papar Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah SIK saat rilis akhir tahun, Kamis (26/12/2019).

Diakui Kapolres, minimnya bukti dan saksi membuat sejumlah kasus itu sulit terungkap. Ia mencontohkan untuk kasus molotov di Gamping, banyak saksi yang enggan diperiksa karena takut. Belum lagi, peristiwa itu diduga dilakukan Subuh sehingga lokasi kejadian masih sepi. Kasus klithih dan pelemparan molotov tersebut, dinilai menonjol karena sudah menebar ketakutan di masyarakat.

Kapolres yang didampingi Waka Polres Kompol M Akbar Bantilan mengakui, sepanjang Tahun 2019 situasi Kamtibmas di Sleman dinamis, terutama saat Pilpres. "Kita bisa lihat saat masa kampanye, partai A pasti ada bentrok dengan Partai B dan sebaliknya. Alhamdulillah kami bisa ungkap kasus selama Pilpres dengan berimbang dan sudah diproses," tandasnya.

Selain tindak pidana, laka lantas juga masih menjadi atensi kepolisian mengingat banyaknya korban anak di bawah umur. Kapolres menyebut, wilayah Gamping menjadi salah satu kecamatan paling rawan laka lantas. Hampir setiap hari, Kapolres mendapatkan laporan adanya laka lantas di wilayah Gamping. "Wilayah tersebut akan kita evaluasi, apakah laka lantas terjadi akibat kurang rambu atau penerangan atau seperti apa," pungkasnya.(Ayu)

BERITA REKOMENDASI