Tanya Alamat Rumah, Guru Ngaji Jadi Korban Penganiayaan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Warga Morodipan, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura YSN (30) ditangkap Polres Sukoharjo karena melakukan penganiayaan terhadap seorang guru ngaji. Korban mengalami luka cukup serius setelah dianiaya pelaku. Dua rekan guru ngaji yang berusaha melerai juga ikut jadi korban penganiayaan pelaku.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho, Jumat (14/8/2020) mengatakan, korban yakni Adi Iswanto (36) warga Madyorejo, Jetis, Sukoharjo, Ahmad Nur (34) warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura dan Rustasir (41) warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura. Kronologis kejadian bermula saat korban Adi Iswanto bersama dua rekannya Ahmad Nur dan Rustasir pada Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 16.45 WIB berangkat dari Masjid Barokah, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura menuju ke rumah Sadimin selaku takmir Masjid Nurul Islam di Morodipan, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura untuk keperluan menghadiri undangan.

Saat dalam perjalanan ketiga korban berhenti sejenak untuk bertanya pada warga alamat rumah Sadimin. Warga tersebut kemudian memberikan petunjuk arah kepada ketiga korban dan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Sadimin.

Ketiga korban kaget saat dalam perjalanan ke rumah Sadimin dicegat oleh YSN menggunakan sepeda motor. YSN tanpa sebab kemudian menabrakan sepeda motornya ke arah korban Rustasir.

YSN kemudian melanjutkan penganiayaan dengan memukul bagian kepala korban beberapa kali hingga babak belur. Melihat hal tersebut kedua rekan korban Adi Iswanto dan Ahmad Nur berusaha melerai. Namun keduanya ikut jadi korban penganiayaan pelaku setelah mendapat pukulan.

Penganiayaan tersebut berhenti setelah Sadimin keluar rumah melihat ada kejadian dilakukan YSN. Korban yang mengalami luka kemudian diantar ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Korban kemudian melaporkan kejadian penganiayaan yang dialami ke Polres Sukoharjo.

BERITA REKOMENDASI