Tarik Emas VOC Di Kuburan, Dukun Palsu Diciduk

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Mengaku bisa mengambil emas peninggalan jaman kolonial dengan cara gaib, TS (38), warga Dukuh Kemitir, Desa Bumirejo, Kecamatan Boyolali, harus berlebaran di penjara. TS menipu korban, Agus Wiyoto, bermodal seperangkat trik sulap sederhana, mantra-mantra, bahan kimia, dua batang emas palsu, serta sedikit akting sebagai dukun.

Modus penipuan pria lulusan STM tersebut cukup menyakinkan. Pertama-tama ia menyakinkan korban dengan memunculkan uang dari lipatan kain sebagai contoh kecil ia bisa mengambil harta karun secara gaib, padahal itu adalah trik sulap sederhana mengandalkan kecepatan tangan. Mengetahui korban terperdaya, ia lalu diajak tersangka untuk mengambil emas batangan jaman kolonial peninggalan Vereenidge Oostindische Compagnie (VOC) atau perusahaan dagang milik Belanda di Hindia Timur.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhie, Senin (12/6) menceritakan, agar lebih menyakinkan, pengambilan emas palsu di sebuah kuburan di dekat rumah korban di Dukuh/Desa Gombang, Kecamatan Sawit, tersebut diawali dengan ritual berbau mistis. Setelah merapal mantra-mantra yang tertulis di lembaran kain dan kertas dengan akting yang menyakinkan sebagai dukun, tersangka lalu mengaduk-aduk tanah kuburan hingga keluar asap putih pekat serta dua buah batangan emas bertuliskan VOC. Padahal asap tersebut adalah hasil cairan kimia hydrochloroid (Hcl) yang akan bereaksi menimbulkan asap bila beinteraksi dengan tanah. Cairan kimia tersebut sebelumnya sudah dituang dalam piring bening yang ditanam di tanah. Namun karena kondisi kondisi kuburan yang gelap, trik tersebut tak ketahuan korban.

“Emas palsu tersebut lalu ditebus korban senilai Rp 21 juta,” terang Kapolres.

Namun setelah diamati secara detail, lanjut Kapolres, ternyata ‘emas’ tersebut hanya berupa dua batang logam besi yang dicat menyerupai emas yang dibeli pelaku di sebuah pasar benda antik di Kota Solo. Saat ini, tersangka dan berbagai barang bukti seperti kain dan kertas berisi mantra, emas palsu, hingga buku tabungan sudah diamankan di Mapolres Boyolali.

“Korban lalu melapor kejadian tersebut ke polisi dan tersangka berhasil kami tangkap pada 9 juni lalu di wilayah Kabupaten Kebumen. Tersangka ini menipu korban yang tak lain adalah adik iparnya sendiri,”  

Sementara itu, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan penipuan dengan modus dukun palsu tersebut. “Saya belajar trik-trik untuk menipu tersebut dari video di youtube,” akunya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI