Tawuran Antar Pelajar, Seorang Warga Luka Bacok

KENDAL, KRJOGJA.com – Aksi tawuran antar pelajar kembali terjadi di Kendal. Kali ini puluhan siswa terlibat dalam aksi tawuran antar SMK Jumat (2/3/2018). Diduga Tawuran melibatkan siswa dari beberapa SMK di Kendal.

Salah seorang warga justru kena sabetan samurai yang dibawa salah satu pelajar saat sedang melerai. Korban kebetulan seorang guru salah satu sekolah negeri di Kabupaten Kendal bernama Rinto Aribowo (32) warga Kelurahan Bugangin RT 04 RW 02 Kendal. Selain guru yang menjadi korban, satu unit motor Babinkamtibmas Polsek Kota Kendal rusak akibat terkena sabetan parang.

Dari aksi tawuran tersebut, dua pelaku tawuran diamankan oleh pihak Kepolisian Polres Kendal. Belum diketahui penyebab serta asal sekolah para pelajar yang terlibat tawuran. Tapi dari dua pelaku yang diamankan, diduga tawuran terjadi akibat dendam antar pelajar.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan saat belum diketahui penyebab tawuran pelajar antar sekolah tersebut. Sebab saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai siapa saja yang terlibat.

“Kami baru mengamankan dua pelaku. Dari dua pelaku tersebut diduga tawuran terjadi akibat dendam lama. Yakni memang  pelajar di sekolah tersebut sering terlibat cekcok dengan siswa sekolah lainnya,” kata Aris.

Dua pelajar yang diamankan yakni, Restu Andi Kusuma (17) siswa SMK PGRI dan Ahmad Syukron, (20) mantan siswa SMK Bhineka. Selain dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah parang yang sudah patah lantaran digunakan untuk membabat sepeda motor petugas babinkamtibmas Polsek Kota Kendal. “Dua pelaku itu kami amankan, karena nyaris menjadi amukan warga sekitar,”lanjutnya.

Aksi nekat tersebut diduga lantaran dipicu minuman keras. Sebab saat diamankan keduanya dalam kondisi mabuk berat karena pengaruh miras oplosan. “Kedua pelaku mengaku tidak mabuk. Meski begitu, pelaku akan kami proses sesuai hukum perundang-undangan yang ada,” tandasnya.

Sementara salah satu pelaku, Restu Andi Kusuma mengaku jika memang mengaku sudah dendam pada salah satu guru di salah satu sekolah SMK di Kendal yang ia babat. Hal itu karena beberapa waktu lalu, ia sempat dihadang oleh guru tersebut. “Saya tidak tahu penyebab kenapa saya dihadang,” akunya.

Saat kejadian, ia mengaku hanya melintas di kawasan Jalan Bugangin. Saat itu ia dihadang oleh belasan siswa dari salah satu SMK lain. Kemudian terjadi adu mulut, akhirnya dilerai oleh salah seorang guru yang melintas.

“Setelah itu terjadi tawuran, saya ambil parang saya kemudian menyambarkanya. Tidak tahu kalau mengenai kepala guru yang berusaha melerai tadi. Parang itu saya bawa karena hanya untuk berjaga-jaga saja,” ujar Restu.

Pelaku lain yang diamankan polisi, Ahmad Syukron mengaku jika sebelum tawuran ia bersama teman-temannya melakukan pesta miras di sebuah jalan persawahan di Jalan Cepiring. Usai pesta, ia pulang bersama dua temannya salah satunya Restu dengan mengendarai motor.

“Restu duluan, saya mampir dulu mengantarkan temannya saya di Purin, Patebon. Usai itu saya menyusul dan saat saya melintas di Bugangin, saya melihat teman saya (Restu, Red) sudah dimassa. Saya hanya berusaha melerai dan melindungi Restu dari amukan massa,” ujar Syukron. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI