Terdakwa Kasus Miras Didenda Rp 40 Juta

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Terdakwa sidang tindak pidana ringan (tipiring), Totok Utomo (30) warga Klaten dijatuhi denda Rp 40 juta atau kurungan 3 bulan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Penjatuhan vonis semacam ini bagi pelaku peredaran minuman keras (miras) ilegal bukan yang pertama kali.

Pada Oktober lalu, PN memvonis denda Rp 35 juta atau kurungan 3 bulan terhadap pelaku pengiriman 2.330 liter ciu, Heru Krisbianto. Dalam kasus Totok, ia tertangkap basah mengirim 691 botol miras berbagai merek di wilayah hukum Polsek Karangpandan.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, hukuman bagi para penjual miras tersebut setimpal. Diharapkan, penjatuhan sanksi mampu menekan praktik tersebut. “Polres Karanganyar serius tentang pemberantasan pekat. Tiada hari tanpa operasi aparat ke seluruh wilayah Karanganyar,” jelasnya.

Sementara itu dalam operasi mulai Agustus-Desember 2016, ribuan liter miras hasil sitaan Polres Karanganyar dikirim ke Mapolresta Surakarta untuk dimusnahkan bersama barang bukti kasus serupa di wilayah eks karisidenan. Tercatat, 2.613 liter ciu, 58 liter bir, dan ratusan miras berbagai merek dalam kemasan botol.

“Miras-miras ini hasil operasi di 17 kecamatan oleh tim Polsek, Sabara, dan Satreskrim. Merata di semua wilayah ada,” katanya.

Dijelaskannya, pelaku menyasar konsumen kalangan remaja hingga anak-anak. Berdasarkan penelusuran, miras-miras tersebut dijual paket hemat yang mudah dibeli kalangan tersebut. Ia meminta masyarakat berperan lebih aktif dalam menangkal serbuan miras dan narkotika di kalangan remaja. “Tanpa peran serta masyarakat, kami juga akan kesulitan dalam memberantas pekat,” jelasnya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI