Terendam Banjir, Lahan Pertanian Gagal Panen

 

INDRAMAYU (KRjogja.com) – Banjir yang melanda Kabupaten Indramayu selama dua hari mengakibatkan lahan persawahan seluas 200 hektare terancam gagal panen. Terlebih lagi, lahan tersebut terendam banjir hingga satu meter.

Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan banjir selama dua hari yang merendam lahan pertanian dan jalan utama penghubung dua Kecamatan yakni Kecamatan Losarang dan Kecamatan Terisi, kini berangsur surut. Namun, hal tersebut mengancam lahan pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Namun, kami tidak tahu pasti kondisi lahan pertanian itu masih kami koordinasikan dengan Dinas Pertanian, jika melihat rendaman air yang cukup tinggi dan selama dua hari kemungkinan itu bisa merusak lahan pertanian," kata Edi, Kamis (15/12/2016). 

Edi menjelaskan banjir tersebut disebabkan oleh pertemuan dua sungai yakni sungai cipanas dan cilalanang sehingga air sungai pun meluap bahkan diperparah dengan kondisi sungai yang penuh sampah. "Sungai itu tidak ada tempat pembuangan sampahnya jadi air cepat meluap akibat tumpukan sampah," jelasnya. 

Karena itu, tengah menerjunkan empat tim untuk membersihkan sungai yang penuh sampah, menutup tanggul dengan karung, melakukan pendataan kebencanaan dan memberikan logistik. (*)

BERITA REKOMENDASI